Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Mitigasi Bencana Aceh Barat: Tebing Sungai Diperkuat, Sekolah Direlokasi

Pemerintah Aceh Barat terus memulihkan pascabencana dengan pembangunan pengaman tebing dan relokasi SD Negeri Alue Lhok untuk mengurangi risiko kerusakan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Mitigasi Bencana Aceh Barat: Tebing Sungai Diperkuat, Sekolah Direlokasi
Foto: Detik

Jakarta -

Pemerintah melanjutkan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Upaya tersebut meliputi pembangunan pengaman tebing sungai dan relokasi SD Negeri Alue Lhok ke lokasi yang lebih tinggi guna mengurangi risiko kerusakan berulang dan memulihkan fasilitas masyarakat.

Sebelumnya, banjir susulan melanda 43 gampong di 10 kecamatan tanpa menyebabkan korban meninggal maupun luka. Namun, genangan kini telah surut dan warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Kodim dan Polres pun melanjutkan pembersihan lumpur agar lingkungan dan akses warga dapat digunakan kembali.

Adapun penanganan lanjutan difokuskan pada perlindungan kawasan di sepanjang Krueng Meureubo dan Krueng Emas. Pembangunan dinding pengaman tebing menggunakan bronjong tersebar di 15 titik, dengan pembagian pekerjaan 10 titik oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan lima titik oleh Pemkab Aceh Barat.

"Di sepanjang alur Sungai Meureubo yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Barat, terdapat 15 titik pengerjaan dinding pengaman sungai (bronjong)," ujar Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Wahyu Bintono Hari Bawono dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin tim monitoring dan evaluasi di Aceh Barat.

Di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang membangun pengaman tebing sepanjang 264 meter. Sementara itu, Pemkab Aceh Barat mengerjakan pengaman tebing sepanjang 50 meter di sekitar SD Negeri Alue Lhok menggunakan anggaran TKD Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026.

Penguatan tebing juga berjalan bersama normalisasi sungai. Melalui BWS Sumatera I, pekerjaan di wilayah DAS Woyla-Bate mencakup normalisasi sekitar 1.064 meter, perkuatan tebing dengan bronjong sekitar 665 meter, dan pembangunan akses sekitar 100 meter. Penanganan tersebut meliputi Jambak, Lawet, dan Keutambang.

Pemerintah juga melakukan pemulihan sarana pendidikan. Saat ini, SD Negeri Alue Lhok direlokasi sekitar 100 meter dari lokasi sebelumnya menuju tempat yang lebih tinggi setelah luapan sungai menggerus lokasi lama dan menghanyutkan ruang kelas.

Pembangunan sekolah juga mendapat dukungan donasi melalui Kitabisa yang disalurkan melalui Kemendikdasmen, dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Bangunan baru mencakup enam ruang kelas, satu toilet siswa, dan satu toilet guru, dengan target penyelesaian pada 22 Desember 2026.

Selain pekerjaan yang sedang berlangsung, tim juga mencatat kerusakan jembatan gantung penghubung Kajeung-Tungkop di Kecamatan Sungai Mas, jalan Gampong Sikundo yang rusak berat, serta ruas Geudong-Kajeung yang sebagian tertutup lumpur.

Di sisi lain, Satgas PRR juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir susulan di Aceh Barat. Bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial tersebut berupa family kit, kasur, selimut, dan tenda gulung.

(ega/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.