JAKARTA, iNews.id - MotoGP meradang setelah Yamaha memutuskan memboikot Grand Prix (GP) Qatar 2026 di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Keputusan pabrikan asal Jepang itu memicu ketegangan baru karena MotoGP menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan jaminan keamanan yang sudah disampaikan kepada seluruh peserta kejuaraan.
Sikap Yamaha menjadi sorotan setelah 19 pembalap MotoGP menandatangani surat yang disampaikan kepada pihak penyelenggara. Dalam surat tersebut, mereka kembali menegaskan keberatan untuk tampil di Qatar pada pekan depan karena ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah.
Yamaha kemudian mengambil langkah tegas dengan memastikan tidak akan mengirimkan tim MotoGP mereka ke Qatar. Pabrikan tersebut menyatakan tidak mengubah kebijakan perjalanan perusahaan, meskipun penyelenggara tetap berencana menggelar balapan sesuai jadwal.
Belum ada kejelasan sepenuhnya apakah keputusan itu juga mencakup Pramac. Namun, kemungkinan tersebut cukup besar mengingat para pembalap yang terlibat memiliki kontrak dengan Yamaha.
MotoGP Kecewa dan Singgung Konsekuensi Olahraga
MotoGP langsung memberikan respons keras atas keputusan Yamaha. Dalam pernyataan resminya, penyelenggara mengaku kecewa karena Yamaha memilih tidak berpartisipasi dalam GP Qatar.