JAKARTA, iNews.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelaskan sejumlah persoalan yang melatarbelakangi konsultasi mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi standalone market. Sorotan utama terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan manipulasi perdagangan, hingga penegakan hukum yang dinilai belum memadai.
Managing Director MSCI Raman Aylur Subramanian menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut indeks saham, melainkan juga kredibilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, perbaikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi atau penyesuaian komposisi indeks.
Dalam pertemuan dengan investor yang diselenggarakan UBS Group AG pada Selasa (20/10/2026), Subramanian menyampaikan bahwa penilaian MSCI didasarkan pada masukan pelaku pasar dan kerangka evaluasi yang objektif.