Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Netanyahu Bujuk Trump Serang Iran Usai Pemilu Sela AS

Netanyahu dilaporkan berupaya membujuk Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS selesai digelar pada 3 November.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Netanyahu Bujuk Trump Serang Iran Usai Pemilu Sela AS
Foto: Detik

Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan percakapan telepon terbaru dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada akhir pekan. Netanyahu dilaporkan berupaya membujuk Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS selesai digelar pada 3 November.

Laporan media AS, Axios, yang mengutip sumber pejabat AS dan pejabat Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (2/11/2026), menyebutkan bahwa percakapan telepon itu membahas soal kapan dan apakah kedua negara yang bersekutu itu akan meningkatkan operasi tempur terhadap Teheran.

Menurut laporan Axios, kedua pemimpin membahas status negosiasi dengan Iran dalam percakapan telepon pada Sabtu (31/10) waktu setempat, dengan Netanyahu mendesak Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran segera setelah pemilu sela AS selesai digelar, dan

Namun, sebut Axios dalam laporannya, Trump lebih memilih untuk membiarkan proses negosiasi dengan Teheran terus berjalan.

Sumber pejabat Israel, yang dikutip Axios, menggambarkan percakapan telepon kedua pemimpin itu sebagai pembicaraan yang "keras". Sedangkan sumber pejabat AS menyebutnya sebagai pembicaraan "langsung".

Pada Minggu (1/11), Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara via telepon dengan Netanyahu. "Baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengannya," ucapnya, sembari menyebut bahwa salah satu topik yang dibahas adalah Iran.

Selama perang melawan Iran berkecamuk delapan bulan terakhir, Trump selalu mengupayakan dua jalur, yakni melancarkan serangan udara dan serangan lainnya, sembari berupaya mencapai kesepakatan yang dapat memulai kembali negosiasi damai yang buntu dan membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade Teheran.

Saat berbicara kepada wartawan pada Sabtu (31/10), Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang "berjalan dengan baik". Dia menyebut ada satu atau dua target yang perlu "diurusi".

Trump juga menekankan bahwa AS tidak terburu-buru untuk melancarkan tindakan ofensif karena militer Iran dan program nuklirnya telah dihancurkan.

Percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu itu menyusul pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, yang mengakui telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance, yang berupaya menghidupkan kembali perundingan damai yang sempat terhenti.

Pertanda lainnya menunjukkan para mediator terus berupaya melanjutkan negosiasi damai, dengan delegasi Qatar mengunjungi Teheran pada Jumat (30/10) untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran.

Trump menghadapi tekanan politik yang sangat besar terkait perang melawan Iran, di mana para pemilih dalam pemilu sela AS merasa geram akibat kenaikan bahan bakar dan meningkatnya biaya hidup. Kemarahan para pemilih AS ini berpotensi untuk dilampiaskan saat memberikan suara ketika pemilu sela digelar.

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.