TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dilaporkan memanipulasi laporan mengenai peringatan yang diterimanya sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dia menghapus sebagian materi dan mengubah konteks dalam diskusi keamanan, demikian hasil analisis media Israel.
Surat kabar Yedioth Ahronoth dan portal berita Ynet membandingkan dokumen setebal 55 halaman yang dirilis oleh Netanyahu pada Februari dengan catatan asli, ringkasan pertemuan, dan kesaksian.
Investigasi tersebut menemukan penghapusan dan perubahan dalam susunan kata dan konteks, khususnya mengenai peringatan yang dikeluarkan beberapa bulan sebelum serangan serta usulan tindakan militer terhadap Hamas.