PARIS, iNews.id - Serangan hacker terhadap fasilitas penting di Eropa semakin mengkhawatirkan. Setelah merusak sistem pendingin puluhan supermarket, kini peretas menyasar bank darah di Prancis. Mereka berupaya mengubah suhu ruang penyimpanan plasma dan sampel darah menjadi sangat panas, bahkan diprogram mencapai 110 derajat Celsius.
Serangan tersebut menargetkan penyedia layanan pendingin yang digunakan oleh Lembaga Darah Prancis (EFS). Akibatnya, sistem pengontrol suhu di tiga lokasi penyimpanan plasma dan sampel darah mengalami gangguan.
Jika tidak segera diketahui, serangan tersebut berpotensi menghancurkan persediaan darah yang disimpan untuk kebutuhan rumah sakit dan pasien.