Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ngeri Kondisi di Jepang dan Taiwan Gara-gara Terjangan Topan Champi

Topan Champi mendekati Taiwan dan Jepang. Topan tersebut menyebabkan pembatalan penerbangan, pemadaman listrik, dan pengungsian ribuan masyarakat.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Ngeri Kondisi di Jepang dan Taiwan Gara-gara Terjangan Topan Champi
Foto: Detik

Jakarta -

Mendekatnya topan Champi ke wilayah daratan Taiwan dan Jepang berdampak pada sejumlah sektor, mulai dari penerbangan hingga ribuan pemadaman listrik rumah tangga. Champi merupakan topan terbaru dalam rangkaian topan kuat yang terjadi seiring fenomena Super El Nio memanaskan Samudra Pasifik dan memperkuat pembentukan badai.

Topan Champi yang diprediksi membawa angin kencang dan hujan deras mulai mendekati wilayah Taiwan. Ratusan penerbangan dibatalkan imbas adanya topan tersebut.

Dilansir Reuters, Jumat (23/10/2026), badan Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Taiwan mengatakan, topan Champi yang berstatus topan super dan menjadi salah satu badai terkuat di Pasifik tahun ini membawa embusan angin dengan kecepatan sekitar 191 km/jam di dekat pusat.

CWA menyatakan badai tersebut berada sekitar 330 km di sebelah timur ujung selatan Taiwan. Berdasarkan prakiraan jalurnya, badai ini akan melintas tepat di lepas pantai timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pesisir Tiongkok, dan akhirnya bergerak ke wilayah selatan Jepang.

Pihak administrasi menyebutkan radius badai mencapai sekitar 320 km, cukup luas untuk mencakup sebagian besar wilayah Taiwan. Para pakar cuaca memperkirakan dampaknya dapat berlangsung selama hampir dua hari.

Kementerian Transportasi menyatakan sebanyak 262 penerbangan domestik dibatalkan pada hari Jumat. Selain itu lebih dari 350 penerbangan internasional juga dibatalkan.

Pasar keuangan Taiwan juga ditutup pada hari Jumat. Sementara itu, hanya kepulauan Kinmen, wilayah yang dikuasai Taiwan dan terletak di dekat pesisir Tiongkok, yang tetap membuka sekolah dan kantor seperti biasa.

Di ibu kota Taipei, terjadi hujan yang disertai angin kencang, namun sejumlah transportasi umum, termasuk kereta bawah tanah, tetap beroperasi seperti biasa, meski dengan layanan yang dikurangi.

Sekolah di Taiwan Diliburkan

Sebagian besar toko tutup dan sekolah-sekolah di Taiwan diliburkan pada Jumat (23/10) waktu setempat, seiring mendekatnya topan Champi ke pulau tersebut. Lebih dari 1.000 orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum badai dahsyat itu menerjang.

Setidaknya satu orang tewas di Taiwan setelah terseret ombak yang dipicu oleh topan tersebut. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang raksasa di lautan diperkirakan akan melanda pada Jumat (23/10) dan Sabtu (24/10) waktu setempat. Ribuan personel militer Taiwan telah disiagakan untuk membantu upaya penyelamatan.

Lebih dari 1.200 orang telah dievakuasi dari tempat-tempat tinggal mereka menjelang kedatangan topan Champi.

"Saat mendekati ujung timur laut Taiwan... pergerakan topan mungkin melambat. Jika kecepatannya melambat, dampaknya akan berlangsung lebih lama," kata pejabat Otoritas Cuaca Pusat Taiwan, Lu Kuo-chen, dalam pernyataannya.

Topan Champi, menurut Otoritas Cuaca Pusat Taiwan, diperkirakan akan memicu curah hujan hingga 90 cm dari Kamis-Sabtu waktu setempat, dengan wilayah timur laut Taiwan menjadi yang paling terdampak.

"Orang-orang harus waspada karena angin kencang dan hujan yang sangat deras akan terus berlanjut hingga paruh pertama hari esok," sebut Lu dalam pernyataannya.

Aktivitas pekerjaan dan kegiatan belajar-mengajar diliburkan di hampir seluruh wilayah Taiwan, yang membuat ruas jalanan tampak sepi karena sebagian besar penduduk milih untuk tetap berada di dalam rumah demi menunggu badai berlalu.

Beberapa tempat usaha memasang kantong pasir atau penghalang logam di pintu masuk untuk mencegah banjir masuk ke bangunan mereka.

3.600 Rumah di Jepang Mati Listrik

Seperti dilaporkan koresponden BBC di Tokyo, Jepang, sebanyak 3.630 rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat dampak topan, menurut perusahaan utilitas Okinawa Electric Power.

Perusahaan tersebut mengatakan hujan lebat dan angin kencang menciptakan kondisi berbahaya bagi pekerjaan di luar ruangan.

Karena itu, upaya pemulihan listrik dilakukan melalui pengoperasian jarak jauh.

Di Tokyo, cuaca saat ini hanya berawan. Namun, prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan turun selama empat hari berturut-turut mulai Sabtu.

Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak topan.

Dalam unggahannya di platform X, ia meminta warga agar "sangat berhati-hati terhadap angin berkekuatan badai, gelombang tinggi, bencana tanah longsor, dan gelombang pasang hingga besok".

Ia juga memperingatkan perlunya kewaspadaan terhadap banjir di daerah dataran rendah serta naik dan meluapnya sungai-sungai di wilayah Okinawa dan Amami.

Banyak pengguna media sosial membalas unggahan Takaichi dengan ucapan terima kasih karena terus memberikan informasi terkini.

Sejumlah warganet mengatakan semakin sedikit orang yang menonton televisi atau membaca surat kabar untuk mendapatkan pembaruan berita.

(dwr/dwr)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.