JawaPos.com - Sejumlah tokoh bangsa pada masa lalu telah menghadirkan legacy yang sangat positif. Warisan mereka dapat dinikmati oleh kita semua pada hari ini. Generasi sekarang juga harus memberikan legacy agar dapat bermanfaat untuk generasi mendatang.
Warisan seorang tokoh bangsa tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban atau sejarah yang ditorehkan, tetapi juga dari nilai-nilai yang tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi berikutnya.
Pemikiran Mohammad Hatta atau Bung Hatta tentang integritas, kemanusiaan, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi bekal penting untuk membangun masa depan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan putri Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta, dalam sebuah diskusi mengusung tajuk The Legacy Relay 2026 di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (21/10).
Dalam forum tersebut, Halida mengingatkan tentang pentingnya meneruskan nilai-nilai yang diwariskan sang proklamator, bukan sekadar mengenang sosoknya sebagai tokoh sejarah.
Menurut Halida, salah satu prinsip utama yang dipegang Bung Hatta adalah menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Sikap itu tercermin dari cara Bung Hatta memandang pekerjaan dan pengabdiannya, dengan mengutamakan hal-hal yang benar dan bermanfaat bagi Tanah Air.
“Cara kerjanya, apa yang penting buat Tanah Air dan bangsa? Sehingga egonya tidak dikedepankan. Bukan harus aku, aku, aku,” ujar Halida.
Pesan tersebut relevan dalam kehidupan masa kini, ketika kepentingan pribadi, pencitraan, dan keinginan untuk memperoleh pengakuan kerap berhadapan dengan kepentingan bersama. Bagi Halida, meneruskan warisan Bung Hatta berarti membangun kesadaran bahwa kontribusi terhadap masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar menonjolkan diri.
"Sebagai orang jalanan, saya sering mengatakan politik kadang toxic ya. Karena tidak mengutamakan bangsa, tapi mengutamakan kepentingan kelompok," ujarnya.