Jakarta -
Mantan Presiden AS Barack Obama mengkritik keras Presiden AS Donald Trump. Obama menilai kini hampir semua barang karena keputusan Trump berperang dengan Iran.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Obama menilai kini hampir semua barang karena keputusan Trump berperang dengan Iran.
Jakarta -
Mantan Presiden AS Barack Obama mengkritik keras Presiden AS Donald Trump. Obama menilai kini hampir semua barang karena keputusan Trump berperang dengan Iran.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (25/10/2026), Obama menyatakan bahwa perang Iran merupakan "alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan".
"Iran tidak memiliki senjata nuklir karena saya telah menetapkan sebuah kesepakatan yang diakui oleh semua pihak mampu mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Dan saya tidak perlu meluncurkan satu pun rudal untuk mencapainya. Saya hanya perlu melakukan diplomasi," kata Obama dalam kampanye di Ohio menjelang pemilihan paruh waktu AS.
"Saat ini, Iran memiliki hak veto atas Selat Hormuz, jalur yang dilalui minyak untuk didistribusikan ke pasar dunia," ujar mantan presiden tersebut.
Dia mengatakan bahwa perang ini yang menyebabkan harga minyak naik. Akibatnya, hampir semua barang kini naik harganya.
"Inilah alasan mengapa harga minyak naik. Inilah alasan mengapa harga bahan bakar diesel naik. Inilah alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan."
Berdasarkan kesepakatan tahun 2015 antara Obama dan Iran, yang secara resmi disebut sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran setuju untuk membatasi pengayaan uranium dan bersedia menerima inspeksi sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Trump menarik diri dari JCPOA pada tahun 2018, selama masa jabatan pertamanya.
(rdp/knv)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.