JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut telah memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi turun ke level 5.000-an sejak Februari 2026. Perkiraan ini muncul seiring agenda reformasi struktural pasar modal yang dinilai dapat memberikan tekanan terhadap pasar dalam jangka pendek.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, risiko penurunan IHSG telah diperhitungkan sejak awal reformasi struktural pasar modal digulirkan.
Hasan bahkan mengungkapkan level IHSG di kisaran 5.000-an sudah menjadi pembahasan internal OJK sejak Februari 2026. Perkiraan tersebut awalnya dihitung berdasarkan dampak reformasi struktural, sebelum memperhitungkan berbagai tekanan eksternal.