Jakarta -
Para pemimpin partai di kubu oposisi di Israel, yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot, akan bertemu setelah mereka menyatakan dukungan kepadanya untuk menjadi perdana menteri (PM). Sementara itu, petahana PM Benjamin Netanyahu menyerukan pembentukan pemerintahan koalisi luas di bawah kepemimpinannya.
Dilansir, AFP Selasa (3/22/2026), pertemuan ini akan menjadi yang pertama bagi kelompok oposisi yang beragam tersebut, menyusul pemilihan umum pekan lalu yang berlangsung sengit dan tidak menghasilkan mayoritas bagi kubu mana pun.
Partai Yashar pimpinan Eisenkot menyatakan bahwa para pemimpin dari apa yang disebut sebagai blok perubahan akan bertemu di Herzliya untuk membahas koordinasi langkah-langkah selanjutnya bagi blok tersebut.
Blok Eisenkot memenangkan 48 kursi, sementara kubu Netanyahu mengamankan 53 kursi dengan 27 kursi di antaranya berasal dari Partai Likud miliknya. Daftar partai dengan mayoritas anggota Arab berhasil meraih 19 kursi, rekor di parlemen yang beranggotakan 120 orang, menjadikan mereka pihak penentu yang potensial.
Namun, Netanyahu menyerukan pembentukan pemerintahan nasional yang luas tanpa melibatkan partai-partai Arab. Netanyahu menegaskan bahwa sebagai pemimpin partai terbesar, dirinyalah yang seharusnya memimpin koalisi berikutnya.
"Mayoritas jelas dari publik Yahudi memilih Likud sebagai partai terbesar dan memilih saya, sebagai perdana menteri, untuk memimpin pemerintahan berikutnya," ujarnya dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram Partai Likud.
"Kami berupaya membentuk pemerintahan yang luas bersama mitra-mitra kami, serta partai mana pun yang bersedia bergabung dan tidak mendukung terorisme," ucapnya.
Netanyahu menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan daftar partai yang beranggotakan mayoritas warga Arab, dengan menuduh partai-partai tersebut mendukung terorisme dan menyangkal keberadaan negara Yahudi.
Para pemimpin partai Arab Israel secara bulat mengutuk serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, meskipun mereka tidak melabeli gerakan Islamis Palestina tersebut sebagai kelompok teroris.
Meskipun pemimpin Partai Raam telah mengakui Israel sebagai negara Yahudi, para pemimpin lainnya menolak definisi tersebut.
Dalam wawancara dengan AFP, para pemimpin dari dua daftar partai mayoritas Arab menyampaikan tujuan bersama menjelang pemilihan umum: menggulingkan pemerintahan yang mereka sebut sebagai pemerintahan yang rasis.
Sejauh ini, hanya sedikit informasi yang bocor mengenai negosiasi yang berlangsung di balik layar. Meskipun memiliki pandangan yang berbeda mengenai berbagai isu, seluruh pemimpin partai dalam blok Eisenkot hingga telah menyatakan akan mendukungnya untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
Sementara itu, pihak koalisi partai Arab telah mengisyaratkan kemungkinan untuk memberikan dukungan kepada Eisenkot.
(rfs/rfs)