KOTIM, iNews.id - Satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggunakan metode suntik gambut atau subut untuk memadamkan bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah. Metode ini dinilai efektif untuk menuntaskan pemadaman sekaligus mencegah api kembali menyala.
Lahan gambut yang masih mengeluarkan asap menjadi tanda bahwa bara api kemungkinan masih membara di bawah permukaan tanah. Jika tidak dipadamkan hingga tuntas, bara tersebut dapat terus menghasilkan asap yang memperparah kabut asap serta memicu kebakaran kembali.
Dalam metode subut, petugas menyuntikkan air ke dalam tanah gambut menggunakan alat khusus berbahan besi berlubang yang berfungsi menyalurkan air ke titik bara. Cara ini memungkinkan air menjangkau bagian tanah yang sulit dipadamkan dengan penyiraman biasa.