Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pakai Teknologi Baru, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta I Ikut Praktik Pemasangan Kaki Palsu

Poltekkes Kemenkes Jakarta I, bekerja sama dengan PT ASATIF dan Ossur menggelar kuliah umum Direct Socket Transtibial Prosthesis: From Assessment to Definitive Socket

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Pakai Teknologi Baru, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta I Ikut Praktik Pemasangan Kaki Palsu
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Poltekkes Kemenkes Jakarta I, bekerja sama dengan PT Asa Solusi Aktif (ASATIF) dan perusahaan teknologi global Ossur, menggelar kuliah umum bertajuk Direct Socket Transtibial Prosthesis: From Assessment to Definitive Socket, Kamis (8/10).

Kegiatan ini memperkenalkan teknologi inovatif dalam pembuatan kaki palsu (prostesis) yang langsung dikerjakan pada tungkai sisa pengguna.

Acara ini menghadirkan demonstrasi langsung dan pembahasan kasus klinis oleh Ahli Prostetik & Ortotis Ossur Asia Tenggara Zulfaqar Omar, guna memperkaya wawasan mahasiswa Ortotik Prostetik dan menjembatani pembelajaran teori dengan praktik di lapangan.

Direktur Utama ASATIF Ahmad Risaldi menekankan pentingnya transfer pengetahuan berkelanjutan agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini juga melibatkan para alumni Poltekkes Kemenkes Jakarta I yang kini berkarier di industri ortotik prostetik.

”Diharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Supaya informasi, teknologi, skill yang Ossur punya bisa ditransformasikan sedikit-sedikit kepada mahasiswa,” tambah Ahmad Risaldi, seraya berharap program ini dapat menghadirkan rangkaian topik bermanfaat bagi calon tenaga profesional dan pasien ke depannya.

Dari sisi inovasi, Zulfaqar Omar memperkenalkan keunggulan metode Direct Socket dibanding teknologi lain seperti 3D printing yang butuh waktu 8 hingga 12 jam untuk pemindaian, modifikasi komputer, dan pencetakan.

”Direct Socket dikerjakan secara langsung (on hand) saat pasien hadir. Pembuatan satu socket dengan metode tradisional membutuhkan waktu sekitar dua minggu, sedangkan dengan Direct Socket bisa dilakukan dalam satu jam,” jelas Zulfaqar.

Kehadiran teknologi ini di Indonesia memberikan angin segar bagi pasien yang sebelumnya harus pergi ke luar negeri seperti Malaysia atau Singapura.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.