Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

PAM Jaya Ungkap Penurunan Muka Tanah di Jakarta Melambat, Ini Datanya

Dirut PAM Jaya sebut riset dari Kementerian ESDM menunjukkan Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah.

Liputan 6 3 menit baca 0 komentar
PAM Jaya Ungkap Penurunan Muka Tanah di Jakarta Melambat, Ini Datanya
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, penggunaan air perpipaan yang terus dikembangkan perusahaan berkontribusi terhadap perlambatan penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Menurut Arief, perkembangan tersebut terlihat dari hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.

Berdasarkan penelitian tersebut, area yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai berkurang.

"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11/2026).

Arief merinci, perubahan tersebut ditandai dengan semakin meluasnya area berwarna hijau di sisi selatan Jakarta pada peta penelitian. Sementara itu, area berwarna merah di wilayah utara mulai berubah menjadi kuning. Perubahan warna tersebut menggambarkan berkurangnya indikasi penurunan muka tanah.

Arief menjelaskan, perubahan itu sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan air perpipaan oleh masyarakat.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan jaringan perpipaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya perbaikan lingkungan Jakarta.

Selama ini, PAM Jaya memperluas layanan air perpipaan di Jakarta dengan bersinergi bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Arief menilai kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.

"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan hasil penelitian tersebut juga telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

 

Warga Jakarta Pakai Air Pipa

Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa. Sementara itu, cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen.

Saat ini, PAM Jaya memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS), didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer. Meski demikian, perusahaan masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai target pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.

"Dalam target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS," ucap Arief.

Selain itu, panjang jaringan pipa ditargetkan meningkat menjadi 16.234 kilometer, dengan dukungan 28 instalasi pengolahan air (IPA). Arief mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja berkelanjutan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, Arief meminta seluruh jajaran PAM Jaya tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Menurutnya, hasil positif penelitian Badan Geologi harus menjadi motivasi untuk terus mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

"Jadikan pujian itu sebagai sesuatu untuk mencambuk lagi bahwasannya kita masih terus banyak bekerja untuk menyelesaikan target-target ini," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.