Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pameran Sumpah Pemuda 2026 di Perpusnas Angkat Warisan Tokoh Bangsa

Yayasan Kartini Heritage Center bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar Pameran Sumpah Pemuda 2026.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Pameran Sumpah Pemuda 2026 di Perpusnas Angkat Warisan Tokoh Bangsa
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Yayasan Kartini Heritage Center bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar Pameran Sumpah Pemuda 2026 untuk mengajak generasi muda memahami kembali perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memikirkan warisan yang akan mereka tinggalkan bagi Indonesia di masa yang akan datang.

Pameran ini berlangsung mulai 20 hingga 30 Oktober 2026 mendatang di Perpustakaan Nasional dengan mengusung tema Dari Ikrar Menjadi Warisan.

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian The Legacy Relay 2026, sebuah inisiatif yang menghubungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan gagasan dan kontribusi generasi masa kini.

Pembukaan pameran ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional, Suharyanto, bersama Ketua Yayasan Kartini Heritage Center, Joddy Mulyasetya Putra. Puluhan mahasiswa Universitas Gontor turut menghadiri acara pembukaan pameran.

Empat Tokoh dan Gagasan Besar dalam Pameran Sumpah Pemuda 2026

Dalam sambutannya di hadapan puluhan mahasiswa, Suharyanto menjelaskan bahwa Perpusnas menghadirkan koleksi berharga yang disusun berdasarkan empat subtema utama dalam pameran kali ini. Tema-tema tersebut terhubung dengan tokoh dan nilai inspiratif yang juga menjadi bagian dari rangkaian diskusi The Legacy Relay 2026.

Empat subtema yang diangkat meliputi Sumpah Pemuda, R.A. Kartini, Mohammad Hatta, dan B.J. Habibie.

Tema Sumpah Pemuda mengingatkan pengunjung pada momentum 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai latar belakang daerah dan suku menyatukan tekad untuk membangun identitas kebangsaan melalui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

"Sumpah Pemuda 1928 bukanlah sekedar barisan kata dalam lembaran sejarah, melainkan sebuah penyerahan tongkat estafet perjuangan, sebuah legasi atau warisan gagasan dari generasi muda masa lalu kepada kita semua, generasi muda hari ini, dan anak-anak cucu kita di masa yang akan datang," ungkapnya.

Sementara itu, R.A. Kartini merepresentasikan perjuangan melalui gagasan emansipasi perempuan dan pendidikan. Pemikirannya menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perempuan Indonesia untuk memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan sosial dan pendidikan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.