PARIS, iNews.id — Gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang diwarnai kerusuhan meluas di sejumlah kota utama Prancis, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Lille. Menjelang aksi unjuk rasa lanjutan, para pemilik toko dan gerai busana di Paris terpaksa memasang barikade besi kokoh guna melindungi tempat usaha mereka dari potensi perusakan dan penjarahan.
Langkah antisipasi tersebut diambil menyusul maraknya aksi anarki dalam demonstrasi sebelumnya, di mana massa tidak hanya membakar kendaraan dan memblokir jalan, tetapi juga merusak serta menjarah toko-toko di pusat kota, termasuk gerai-gerai merek mewah ternama seperti YSL dan Louis Vuitton.
Aksi unjuk rasa nasional ini melibatkan gabungan kelompok aktivis gerakan rompi kuning, mahasiswa, petani, aktivis iklim, hingga serikat pekerja. Mereka turun ke jalan guna memprotes melonjaknya biaya hidup serta kebijakan pemerintah.