Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pejabat Palestina Peringatkan Tepi Barat di Ambang Ledakan Konflik

Kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat kian bereskalasi. Seorang pejabat Palestina memperingatkan terhadap risiko ledakan konflik.

Detik 5 menit baca 0 komentar
Pejabat Palestina Peringatkan Tepi Barat di Ambang Ledakan Konflik
Foto: Detik

Tepi Barat -

Seorang pejabat senior Palestina memperingatkan bahwa kekerasan pemukim Israel berisiko memicu ledakan konflik di Tepi Barat yang diduduki. Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan terhadap warga Palestina, penangkapan 10 orang terkait serangan terhadap warga asing, serta peningkatan kesiagaan militer Israel menjelang pemilu pada 27 Oktober.

Jibril Rajoub, sekretaris jenderal Komite Pusat Fatah, faksi yang berkuasa di Otoritas Palestina, menyampaikan peringatan itu kepada AFP di Kairo, Mesir, pada Senin (19/10). Ia menghadiri pertemuan dengan sejumlah gerakan Palestina, termasuk Hamas yang berbasis di Jalur Gaza.

"Terorisme yang dilakukan tentara dan pemukim, di bawah pengawasan pemerintah Israel, merupakan pendahulu dari reaksi dan ledakan yang akan datang," kata Rajoub.

Ia menegaskan bahwa perjuangan tanpa kekerasan tetap menjadi pilihan strategis bagi warga Palestina. "Perjuangan damai dan tanpa kekerasan merupakan kebutuhan sekaligus pilihan strategis bagi seluruh rakyat Palestina," ujarnya. "Pertumpahan darah bukan lagi pilihan yang dapat diterima."

Rajoub juga menyerukan konfrontasi damai terhadap pendudukan Israel, meskipun ia menuduh Israel terus melakukan kejahatan terhadap warga Palestina.

Peringatan itu disampaikan ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya memperoleh mandat baru dalam pemilu 27 Oktober. Netanyahu memimpin pemerintahan yang mencakup kelompok sayap kanan jauh yang sangat mendukung perluasan permukiman Israel.

Serangan pemukim meningkat selama panen zaitun

Kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina dilaporkan meningkat selama musim panen zaitun, periode tahunan yang memiliki arti penting bagi kehidupan budaya dan ekonomi masyarakat Palestina.

Menurut para saksi, pemukim melakukan serangan fisik, pencurian, dan berbagai tindakan kekerasan terhadap warga Palestina. Mereka juga dituduh berusaha mengambil alih lahan warga selama musim panen berlangsung.

Kelompok hak asasi manusia Israel, Yesh Din, menyatakan telah mendokumentasikan 561 insiden kekerasan yang melibatkan pemukim atau militer terhadap warga Palestina sejak 27 September. Angka tersebut setara dengan lebih dari 26 insiden setiap hari.

Kelompok hak asasi manusia juga menyoroti bahwa Israel jarang menuntut pemukim yang melakukan kekerasan ketika korbannya adalah warga Palestina.

Lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, wilayah yang juga dihuni sekitar tiga juta warga Palestina. Permukiman Israel di wilayah pendudukan tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Meningkatnya kekerasan selama musim panen zaitun menambah ketegangan menjelang pemilu Israel. Netanyahu berupaya memperoleh mandat baru dengan dukungan kelompok sayap kanan yang mendukung perluasan permukiman.

Israel tangkap 10 orang usai serangan terhadap warga asing

Kepolisian Israel pada Senin (19/10) mengumumkan penangkapan 10 orang yang diduga terlibat dalam serangan terhadap fotografer Amerika Serikat Heidi Levine dan wali kota Prancis Bernard Baudoux. Penangkapan dilakukan setelah serangkaian insiden kekerasan pada akhir pekan memicu kecaman internasional.

Komandan kepolisian Israel untuk Tepi Barat, Mayor Jenderal Moshe Finchi, mengatakan aparat menggerebek sejumlah lokasi dan menyita kendaraan serta barang bukti yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut.

"Para tersangka ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam insiden kekerasan, pelanggaran perintah komandan militer mengenai zona militer tertutup, dan pembangunan ilegal," kata Finchi.

Levine, 65 tahun, yang sedang bertugas untuk The Washington Post, mengalami patah tulang belakang setelah dipukuli pada Jumat (16/10). Ia dirawat di rumah sakit dan menerima telepon dari Presiden Israel Isaac Herzog selama menjalani perawatan.

Sehari setelah serangan terhadap Levine, pemukim menyerang konvoi diplomat Eropa yang melintasi Taybeh, Tepi Barat, pada Sabtu (17/10). Konvoi tersebut mencakup Konsul Jenderal Prancis dan Belgia di Yerusalem.

Baudoux, 78 tahun, wali kota Aulnoye-Aymeries di Prancis utara, turut menjadi korban pemukulan. Ia sedang melakukan kunjungan solidaritas dan membantu panen zaitun ketika serangan terjadi.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, sebelumnya menyebut pemukulan terhadap Levine sebagai "aksi teror" dan menuntut agar pelakunya dihukum. Ia kemudian menyambut penangkapan tersebut sebagai "perkembangan yang sangat positif".

Namun, penangkapan itu tidak langsung menghentikan kekerasan. Pejabat dan saksi Palestina melaporkan serangan lanjutan, termasuk upaya pemukim menyerbu sebuah sekolah di dekat kebun zaitun serta penembakan yang melukai seorang pemuda di dekat Nablus.

Netanyahu dikritik, militer Israel tingkatkan kesiagaan

Respons Netanyahu terhadap serangan terhadap warga asing memicu kritik dari pihak oposisi. Netanyahu mempertanyakan sejumlah klaim mengenai insiden tersebut dan menuding warga Palestina serta aktivis "kiri jauh" memperkeruh situasi terkait pemukulan terhadap Levine.

Mengenai serangan terhadap konvoi diplomat, Netanyahu menyoroti dukungan politik Baudoux terhadap perjuangan Palestina dan mengatakan para diplomat seharusnya berkoordinasi dengan militer Israel sebelum melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.

Pemimpin oposisi kiri-tengah Yair Golan mengecam kekerasan pemukim. Ia mengatakan bahwa jika berkuasa, tidak akan ada lagi "kenyataan ketika orang Yahudi menebarkan teror atas nama supremasi Yahudi dan mencoreng negara yang kita bangun di sini".

Tekanan internasional juga meningkat. Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh Israel menjalankan kampanye "pembersihan etnis". Pemerintah Inggris memberlakukan sanksi terhadap barang-barang dari permukiman Israel.

Menjelang tenggat pengajuan tender pembangunan proyek permukiman E1, Miliband memperingatkan perusahaan mengenai risiko hukum dan reputasi jika terlibat dalam proyek tersebut. Warga Palestina khawatir pembangunan itu akan membagi Tepi Barat menjadi dua bagian.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar membalas dengan menuduh pemerintah Inggris memiliki "obsesi" terhadap Israel. "Masa ketika Israel akan diam-diam menerima ancaman, sanksi, dan upaya untuk mendikte kebijakannya telah berakhir," kata Saar.

Di tengah ketegangan tersebut, militer Israel meningkatkan kesiagaan menjelang pemilu pada Selasa (27/10). Menurut laporan kantor berita dpa, tambahan pasukan akan dikerahkan ke Tepi Barat dan tentara tidak diizinkan meninggalkan unit mereka mulai Kamis (22/10).

Militer Israel menyatakan langkah tersebut bertujuan memastikan pemilu berlangsung sesuai jadwal dan dalam kondisi aman. Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir juga telah bertemu dengan para perwira senior untuk membahas situasi keamanan di sejumlah wilayah.

Penyiar Israel N12 melaporkan bahwa peningkatan kesiagaan didorong kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan yang dapat memengaruhi pemilu. Surat kabar sayap kanan Makor Rishon menyebut salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan serangan Hamas terhadap tentara Israel di Jalur Gaza.

Editor: Rizki Nugraha

(nvc/nvc)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.