Jakarta -
Mantan anggota Kopassus bernama Fahrul dibacok tetangganya di perumahan wilayah Cakung Timur, Jakarta Timur (Jaktim), gara-gara urusan renovasi rumah. Pelaku bernama Jef Budiharto kini dirawat di rumah sakit usai balik dibanting korban.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Mantan anggota Kopassus, Fahrul, dibacok tetangganya, Jef, di Cakung Timur akibat masalah renovasi rumah. Keduanya kini dirawat di rumah sakit.
Jakarta -
Mantan anggota Kopassus bernama Fahrul dibacok tetangganya di perumahan wilayah Cakung Timur, Jakarta Timur (Jaktim), gara-gara urusan renovasi rumah. Pelaku bernama Jef Budiharto kini dirawat di rumah sakit usai balik dibanting korban.
"Pelaku masih belum bisa kita ambil keterangannya karena masih dalam perawatan di RS," kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Saat ini status pelaku masih sebagai saksi usai terlibat pembacokan. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.
"Sementara masih berstatus saksi. Masih dalam perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Korban juga menderita luka bacok di kepala bagian kanan. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/10) pukul 14.00 WIB. Saat itu, istri pelaku menegur tukang bangunan yang tengah melakukan renovasi di rumah korban. Dia meminta mereka menghentikan pekerjaannya karena terganggu.
"(Pemicunya soal) renovasi rumah. Mungkin tetangga ini terganggu," kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Namun korban meminta proses renovasi rumahnya dilanjutkan. Keduanya pun terlibat cekcok mulut.
"Korban menyuruh mandor tukang untuk melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pelaku datang sehingga terjadi cekcok mulut dengan korban," ujarnya.
Pelaku lalu membacok korban. Korban melakukan perlawanan dengan membanting pelaku.
"Korban menantangi sehingga pelaku membacok korban, namun tidak kena dan kedua kalinya mengenai kepala korban bagian kanan. Korban tidak terima, kemudian membanting pelaku ke lantai," jelasnya.
(wnv/azh)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.