Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemerintah akan Bangun Flyover Bulak Kapal Bekasi, Ditarget Rampung Awal 2028

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 188 miliar untuk pembangunan flyover Bulak Kapal Bekasi. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Kumparan 3 menit baca 0 komentar
Pemerintah akan Bangun Flyover Bulak Kapal Bekasi, Ditarget Rampung Awal 2028
Foto: Kumparan

Pemerintah akan membangun flyover di kawasan Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat, untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 dan rampung pada triwulan I 2028.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan flyover ini diperlukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi karena perlintasan kereta api di kawasan tersebut.

Menurut AHY, kebutuhan pembangunan infrastruktur itu juga berkaitan dengan keamanan di perlintasan sebidang. Sebelumnya sempat terjadi kecelakaan antara KRL dan taksi pada April 2026 lalu di perlintasan sebidang sekitar Stasiun Bekasi Timur.

"Nah, oleh karena itu, solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Sekaligus untuk mengurai bottleneck atau kemacetan yang ada di Bulak Kapal ini perlu dibangun flyover,” kata AHY saat meninjau lokasi pembangunan flyover Bulak Kapal, Bekasi, Jumat (30/10).

AHY menjelaskan kawasan Bulak Kapal merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Perlintasan kereta api di lokasi tersebut kerap memengaruhi arus kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga truk.

Karena itu, pembangunan flyover diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat.

“Sebetulnya sudah cukup lama (flyover) ini dinantikan oleh masyarakat. Dan kali ini kita ingin betul-betul mengawal agar sekali lagi kita bisa mengurangi potensi kecelakaan akibat perlintasan sebidang antara kendaraan darat dengan kereta, dan sekaligus mengurai kemacetan,” ujar AHY.

AHY memperkirakan pembangunan flyover membutuhkan anggaran sekitar Rp 188 miliar. Rencananya flyover tersebut akan dibangun dengan panjang konstruksi kurang lebih 500 meter.

Selain itu, terdapat juga anggaran pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi. Anggaran untuk pembebasan lahan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 126 miliar.

AHY menyebut proses pembebasan lahan masih berlangsung. Dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang telah selesai dibebaskan, sementara 30 bidang tanah lainnya masih dalam proses pembayaran.

"Harapannya November nanti bisa dituntaskan segala sesuatunya. Nanti kita kawal bareng-bareng Pak Wali Kota, Pak Deputi. Nanti kita pastikan kalau ada sejumlah aset tanah milik pemerintah yang juga bisa kita segera koordinasikan," ujar AHY.

Dari sisi teknis, AHY mengatakan desain flyover akan disesuaikan dengan standar keselamatan yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Salah satu aspek yang diperhatikan adalah ketinggian ruang bebas atau clearance agar tidak mengganggu jaringan listrik aliran atas dan perlengkapan operasional kereta.

"Clearance yang aman bagi KAI adalah sekitar 7,5 meter. Karena nanti ada listrik dan segala perlengkapan yang memang harus disiapkan ruang amannya. Baru ditambah 2 meter lagi untuk flyover yang akan dibangun pada saatnya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, mengatakan waktu pelaksanaan konstruksi flyover Bulak Kapal direncanakan berlangsung selama 16 bulan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada triwulan I 2028.

Kementerian PU juga akan mengupayakan percepatan pekerjaan agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.

"Mudah-mudahan kita bisa lakukan percepatan. Lahan selesai, utilitas selesai, kita coba lakukan percepatan-percepatan," tutur Roy.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.