Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Pemkab Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari setelah dua desa terendam. Bantuan disalurkan untuk warga terdampak.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari menyusul banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah.

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengatakan keputusan tersebut diambil setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan mempelajari laporan kejadian banjir di wilayah tersebut.

"Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir," kata Bupati Aceh Mirwan MS di Aceh Selatan, Sabtu (31/10).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan melaporkan sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, terpaksa mengungsi akibat banjir.

Banjir merendam kedua desa tersebut dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter. Warga terdampak mengungsi ke Kompi Brimob dan rumah kerabat untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.

Mirwan mengatakan penetapan status tanggap darurat bertujuan mempercepat penanganan bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Terlebih, terdapat prakiraan curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir susulan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," kata Mirwan.

Dia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di kawasan rawan bencana, agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan di tengah situasi darurat.

"Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini," kata Mirwan.

Di sisi lain, Pemkab Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan masa panik bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan Mirwan di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

"Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Bantuan yang diberikan meliputi beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, family kit, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, sarden, kecap, saus, biskuit, makanan siap saji, hingga mukena.

"Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian," Mirwan MS.

Sementara itu, Keuchik atau Kepala Desa Lhok Raya Rasi Riadi mengatakan banjir dipicu robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

Menurut Rasi, warga memilih mengungsi karena khawatir ketinggian air kembali meningkat akibat banjir susulan.

"Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya," kata Rasi Riadi.

(antara/isn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.