Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berupaya membebaskan ijazah siswa kurang mampu yang sempat tertahan melalui kolaborasi bersama Baznas dan pihak sekolah swasta.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyerahkan langsung ijazah tersebut secara simbolis di SMPN 6 Pekanbaru, Kamis (29/10). Ia memastikan, program bantuan ini akan terus berlanjut untuk mendukung orang tua siswa kurang mampu lainnya.
"Orang tua yang ijazah anaknya sempat tertahan, kini bisa menerima kembali ijazahnya," kata Agung.
Salah satu yang menerima pembebasan itu Muhammad Rum, warga Kulim. Ia akhirnya bisa bernapas lega setelah membawa pulang ijazah putranya yang sempat tertahan selama dua tahun akibat menunggak pembayaran uang sekolah di salah satu SD swasta.
"Kami sebagai orang tua wali murid sangat berterima kasih kepada pemerintah kota yang telah meringankan beban kami, sehingga bisa membawa pulang ijazah anak kami. Kami bersyukur, ijazah anak kami sudah bisa kami bawa," tuturnya.
Muhammad Rum merupakan satu dari 59 orang tua yang bisa membawa pulang ijazah anaknya pada tahap awal ini, dari total 640 siswa yang datanya tercatat tertahan di sekolah.
Untuk menyelesaikan persoalan ini, Agung menyatakan bahwa Pemkot Pekanbaru bersama Baznas Pekanbaru membayarkan tunggakan yang ada setelah melakukan pendataan dan verifikasi.
"Selain dari Baznas, kami juga siapkan anggaran agar tidak ada lagi ijazah siswa yang tertahan di sekolah," katanya.
Program ini juga menggandeng sejumlah sekolah swasta dan pesantren. Pihak sekolah disebut bukan hanya bersedia menyerahkan kembali ijazah kepada para siswa, namun juga memberikan keringanan.
"Jadi pihak sekolah bukan cuma menyerahkan kembali ijazah, tapi memberi pemotongan tunggakan biaya sekolah hingga 50 persen," ujar Agung.
Dalam agenda yang sama, Agung turut menyerahkan Beasiswa Pendidikan Sinergi sebagai wujud penyaluran zakat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dengan besaran Rp1 juta bagi siswa SMP dan Rp750 ribu bagi siswa SD.
Selain itu, Pemkot Pekanbaru juga membagikan 1.500 peralatan sekolah bagi anak-anak yang masuk melalui jalur afirmasi pada SPMB 2026 silam.
(rea/rir)