Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemprov Aceh Desak Usut Penembakan Maut Warga Pidie saat Maulid Nabi

Pemerintah Aceh mendesak penyelidikan penembakan oleh TNI yang menewaskan satu warga sipil. Gubernur Mualem minta penanganan transparan dan damai.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Pemprov Aceh Desak Usut Penembakan Maut Warga Pidie saat Maulid Nabi
Foto: CNN Indonesia

Aceh, CNN Indonesia --

Pemerintah Aceh mendesak aparat mengusut dan memproses hukum dugaan penembakan oleh TNI yang menewaskan satu warga sipil dan melukai belasan lainnya di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Peristiwa tersebut terjadi menyusul tindakan represif aparat saat penertiban bendera bulan bintang saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi menyatakan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah meminta agar persoalan tersebut ditangani secara tepat dan transparan.

"Tentu penanganan dilakukan secara hukum. Ada korban jiwa dan korban luka-luka dari masyarakat sipil. Prinsip utamanya tetap dalam koridor perdamaian dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat," ujar Nurlis kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/11).

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa yang merenggut nyawa warga sipil tersebut.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh pihak. Ia pun mengimbau agar tidak ada lagi pihak yang mengedepankan cara-cara kekerasan.

"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar," tuturnya.

Fadhlullah berkata polemik mengenai pengibaran bendera hendaknya diselesaikan secara bermartabat dan tanpa mengorbankan nyawa warga.

"Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," pungkasnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan insiden ini. Donny bilang sebelum melakukan penertiban aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).

TNI AD juga disebut telah melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Versi TNI AD, sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam.

"Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," kata Donny.

Data TNI AD, korban meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih," kata Donny.

(dra/wis)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.