Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemprov Beberkan Program yang Bikin Angka Kemiskinan Jakarta Turun di Bawah 4%

Pemprov DKI Jakarta mengungkap penurunan angka kemiskinan menjadi 3,96% berkat program bantuan sosial dan pelatihan kerja.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Pemprov Beberkan Program yang Bikin Angka Kemiskinan Jakarta Turun di Bawah 4%
Foto: Detik

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan sejumlah faktor yang mendorong turunnya angka kemiskinan di Ibu Kota menjadi 3,96%. Ia mengungkap faktor dari program bantuan sosial hingga pelatihan kerja.

"Data yang disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta. Menurut BPS, persentase penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,96 persen, atau setara sekitar 432.620 orang. Angka ini turun dari September 2025 yang sebesar 4,03 persen (sekitar 439.120 orang). Dengan demikian, ini memang pertama kalinya dalam catatan BPS angka kemiskinan Jakarta berada di bawah 4 persen," kata Chico saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).

Chico mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut tidak terjadi tiba-tiba. Dia menjelaskan ada sejumlah hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui program bantalan sosial.

"Salah satu faktor penting adalah keberadaan bantalan sosial yang terus dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk melindungi warga rentan dan mencegah mereka jatuh kembali ke bawah garis kemiskinan. Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) membantu memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan tinggi," jelas dia.

"Selain itu, bantuan biaya pendidikan untuk sejumlah sekolah swasta juga memperluas akses pendidikan tanpa membebani ekonomi keluarga," lanjutnya.

Kemudian, Chico mengatakan pihanya juga memberi bantuan sosial langsung kepada masyarakat. Termasuk, kata dia, akses layanan kesehatan hingga program perumahan seperti rusun.

"Ketika kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal lebih terjangkau, daya beli rumah tangga menjadi lebih stabil dan peluang untuk naik kelas menjadi lebih terbuka," ujar dia.

Lebih lanjut, Chico menyebut Pemprov DKI Jakarta juga mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan. Dia membeberkan perhatian terhadap ketenagakerjaan juga membantu menurunkan angka kemiskinan.

"Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 5,79 persen pada Mei 2026, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja naik menjadi 66,05 persen. Program Mobile Training Unit (MTU) yang bekerja sama dengan sekitar 214 perusahaan turut berperan dalam meningkatkan keterampilan warga-mulai dari tata rias, menjahit, hingga bahasa asing-sehingga lebih siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha," jelas dia.

Meski demikian, Chico memahami capaian ini bukan berarti tugas Pemprov DKI Jakarta sudah selesai. Dia menekankan masih terjadi ketimpangan di Jakarta.

"Namun, kami juga menyadari bahwa angka 3,96 persen bukan berarti tugas selesai. Ketimpangan masih menjadi tantangan, terlihat dari rasio Gini yang berada di kisaran 0,435. Artinya, masih ada kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih," tutur dia.

Sebelumnya, Pramono Anung menyebut persentase penduduk miskin di Jakarta turun di bawah 4 persen. Berdasarkan data per Maret 2026, angka kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.

Hal itu disampaikan Pramono saat memaparkan realisasi APBD DKI Jakarta triwulan III-2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10). Diketahui, sebelumnya angka kemiskinan di Jakarta 4,03 persen.

Kini angka kemiskinan tersebut turun 0,07 persen, menjadi 3,96 persen.

"Alhamdulillah di bulan Maret kemarin, baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen," kata Pramono.

(maa/eva)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.