Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pemprov Kaltim Angkat Bicara soal Ajudan Gubernur Rudy Senggol Pendemo

Pemprov Kaltim menjelaskan insiden ajudan Gubernur Rudy Mas'ud menyenggol pendemo saat hendak salat. Tindakan fisik dinilai keliru dan perlu evaluasi.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Pemprov Kaltim Angkat Bicara soal Ajudan Gubernur Rudy Senggol Pendemo
Foto: Detik

Jakarta -

Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menjelaskan awal mula ajudan Gubernur Rudy Mas'ud menyenggol sejumlah pendemo di kawasan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Insiden itu disebut saat Rudy hendak menunaikan salat Magrib, lantas ajudan melakukan kontak fisik dengan pendemo.

Dilansir detikKalimantan, Selasa (20/10/2026), Pemprov Kaltim menjelaskan insiden itu terjadi saat Rudy hendak melaksanakan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin, kawasan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (19/10). Sedangkan massa GMNI Samarinda menggelar demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi.

Menurut Pemprov Kaltim, massa GMNI sebelumnya menggelar aksi sejak sore hari, tapi belum sempat bertemu Rudy karena padatnya agenda. Massa kemudian berada di kawasan masjid yang menjadi titik kumpul sekaligus lokasi pembubaran aksi.

"Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil," kata Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno.

Adanya hadang dan celetukan dari sejumlah pendemo, menurut Sudarno, memicu reaksi dari ajudan Rudy bernama Aski. Dalam insiden yang terekam video dan viral di media sosial, seorang demonstran perempuan mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh.

Sudarno mengakui reaksi ajudan bernama Aski tersebut keliru karena tindakan fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan, meskipun terjadi dalam situasi yang memanas. "Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, nggak ada yang membenarkan," ujarnya.

Selain itu, Sudarno menilai insiden tersebut perlu dilihat secara objektif. Menurutnya, tindakan ajudan dan situasi yang terjadi saat massa mendekati Rudi sama-sama perlu dievaluasi.

"Kalau bicara salah, kalau mau objektif dan fair, itu salah dua-duanya," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

(rfs/dhn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.