JAKARTA, iNews.id - Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh terus dilakukan melalui penanganan infrastruktur dan penataan kawasan. Hingga kini, pekerjaan pemulihan telah menjangkau 16 desa, terdiri dari 11 desa di Kabupaten Pidie dan lima desa di Kabupaten Bireuen.
Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pembersihan materiel sisa banjir dan akses lingkungan, normalisasi saluran dan drainase, hingga pemulihan fasilitas umum.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan keterlibatan perusahaan bersama Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana.
"Pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan ke depan. Melalui sinergi bersama Kementerian PU, kami berupaya memastikan setiap langkah penanganan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak," ujar Dian di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dia mengatakan pemulihan infrastruktur juga diharapkan dapat mendorong kebangkitan sosial dan ekonomi masyarakat. Lingkungan yang kembali bersih, akses yang dapat digunakan, serta saluran drainase yang berfungsi menjadi elemen penting untuk mendukung aktivitas warga dan mempercepat normalisasi kehidupan di kawasan terdampak.