Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Penampakan Lab Narkoba 1,2 Ton di Pidie Aceh yang Dibongkar Polri hingga BNN

Tim gabungan Polri hingga BNN membongkar laboratorium narkotika terbesar di Aceh, menyita 1,2 ton sabu. Kapolri menegaskan komitmen memberantas narkoba.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Penampakan Lab Narkoba 1,2 Ton di Pidie Aceh yang Dibongkar Polri hingga BNN
Foto: Detik

Jakarta -

Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengecek langsung lokasi pabrik gelap tersebut.

Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang diterima, Jumat (23/10/2026), laboratorium narkotika tersebut berada di deretan ruko kawasan Mutiara Timur, Pidie, Aceh. Terdapat dua unit ruko yang disulap para pelaku menjadi tempat memproduksi sabu cair menjadi sabu siap edar.

Dari luar, bangunan bertingkat tersebut tampak seperti ruko pada umumnya dengan balutan cat dan pintu bernuansa putih. Saat ini, bagian depan bangunan itu telah dipasangi garis polisi (police line).

Masuk ke bagian dalam, ruko tersebut terbagi ke dalam berbagai ruangan yang difungsikan untuk seluruh tahapan proses produksi. Berbagai sudut ruangan tampak dipenuhi beragam peralatan dan bahan kimia pembuatan narkotika.

Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh,  Jumat (23/10/2026).Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026). (Dok. Istimewa)

Di lokasi tersebut terlihat persediaan sabu cair, tabung gas, kompor, alat penyinaran, mesin pendingin, timbangan, ember, hingga paket sabu yang sudah selesai dikemas dan siap diedarkan.

Dari hasil operasi gabungan tersebut, petugas menyita sekitar 1,2 ton sabu serta mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi. Clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

Sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara.

Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

"Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal," kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh,  Jumat (23/10/2026).Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026). (Dok. Istimewa)

Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

"Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba," imbuhnya.

(ond/rfs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.