Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pendaftar Teacher Tech Championship BCA Naik 143 Persen, Tembus 357 Guru

Pendaftar Teacher Tech Championship BCA naik 143% menjadi 357 guru. BCA juga membuka peluang membantu pengembangan inovasi guru hingga perlindungan kekayaan intelektual. #newsupdate #update #news #tex

Kumparan 3 menit baca 0 komentar
Pendaftar Teacher Tech Championship BCA Naik 143 Persen, Tembus 357 Guru
Foto: Kumparan

Jumlah pendaftar Teacher Tech Championship (TTC) yang diselenggarakan Bakti BCA meningkat dari 147 orang pada tahun lalu menjadi 357 orang pada tahun ini. Kompetisi yang memasuki tahun kedua tersebut juga memperluas jangkauan peserta ke seluruh wilayah Sulawesi setelah sebelumnya menyasar guru-guru di Maluku dan Papua.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan besarnya sambutan terhadap program pendidikan yang menyasar guru.

“Ada 357 yang mendaftar, ya. Tahun lalu itu 147, jadi ini kenaikannya hampir tambahnya 200 lebih pendaftar,” kata Antonius dalam acara final dan pemberian penghargaan Teacher Tech Championship di Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Rabu (21/10).

Ia menilai peningkatan tersebut menjadi indikasi bahwa program Bakti Pendidikan BCA mendapat respons positif dari kalangan pendidik.

“Bakti pendidikan yang kami coba deliver dengan sasaran adalah para guru, guru sekolah menengah, lebih khusus lagi sekolah menengah atas. Ini mendapat sambutan yang luar biasa, ya, dilihat dari jumlah pendaftaran yang mencapai 357,” ujarnya.

TTC tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Pada tahun pertama, kompetisi tersebut diikuti guru-guru dari wilayah Maluku dan Papua. Sementara itu, tahun ini BCA secara khusus mengundang peserta dari seluruh Pulau Sulawesi.

“Jadi program TTC ini tahun kedua. Jadi tahun pertama, tahun lalu itu kita selenggarakan juga untuk rekan-rekan para guru di Indonesia bagian timur. Tahun lalu itu teman-teman dari Maluku dan Papua,” kata Antonius.

“Dan tahun ini, kita memang sengaja mengundang partisipan itu dari seluruh Pulau Sulawesi,” lanjutnya.

Dalam kompetisi tersebut, para guru mempresentasikan inovasi yang mereka kembangkan. Antonius mengatakan, proses seleksi diperlukan untuk menentukan peserta yang melaju ke tahap berikutnya. Ia juga mengaku tertarik melihat karya-karya yang ditampilkan para finalis.

“Memang apa pun harus diseleksi, ya. Sampai dengan hari ini pun ada enam tadi yang kita sudah mengunjungi booth-nya satu per satu. Inovasi apa yang dilakukan oleh rekan-rekan guru, saya sangat senang,” ujarnya.

BCA juga membuka peluang untuk mendukung pengembangan inovasi para guru setelah kompetisi, termasuk jika karya tersebut perlu ditindaklanjuti untuk memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih untuk para rekan-rekan guru. Karena nanti ini diimplementasikan dan kalau perlu kalau kemudian temuan atau inovasi tadi itu harus dilanjutkan ke arah apa namanya, paten atau apa dinamakan? Property right, ya itu nanti BCA akan bantu. BCA akan bantu,” kata Antonius.

Ia menambahkan, pengembangan karya dapat disesuaikan dengan masukan dari dewan juri agar inovasi tersebut semakin matang.

“Kalau memang misalnya Dewan Juri dalam penjuriannya masih perlu ada perlu ini, perlu itu, nanti mohon silakan untuk di-perbarui kembali, adjust kembali, sehingga nanti kalau arahnya ke depan sampai ke property right nanti BCA akan bantu keterlaksanaannya,” jelasnya.

Antonius mengatakan, melalui Bakti Pendidikan, BCA berupaya berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Dukungan tersebut juga diberikan melalui program beasiswa dan pembinaan sekolah.

“Kami terhubung selain dengan Dinas, selain dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, itu kami juga terhubung dengan Kementerian Pendidikan Tinggi. Di mana lebih dari 9.000 mahasiswa sudah memperoleh beasiswa dari BCA untuk seluruh perguruan tinggi,” tutupnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.