JawaPos.com - Rencana penerapan kuliah negeri gratis dinilai bisa mulai dilakukan secara bertahap pada 2027, asalkan penerapannya parsial, tak langsung 100 persen.
Ekonom Universitas Paramadina Handi Risza menyebut, skema penerapan kuliah gratis di PTN secara parsial dapat menjadi pilihan sembari pemerintah menyiapkan anggaran.
Handi meyakini bahwa jika kuliah gratis dilaksanakan 100 persen pada 2027, maka akan menghadapi tantangan karena APBN 2027 telah disusun dan diketok.
"Kalau seandainya pun dilaksanakan tapi mungkin sifatnya parsial, ya, tidak keseluruhan dulu seperti keinginan Presiden, bertahap saja dulu. Ya, apakah untuk kampus-kampus tertentu dulu, ya. Nah, itu silakan diatur secara teknis," paparnya saat dihubungi JawaPos.com, dikutip Jumat (9/10).
Ia menilai, skema bertahap dapat menjadi jalan tengah agar kebijakan tetap mulai berjalan tanpa membebani anggaran secara sekaligus.
Penerapan yang lebih luas kemudian dapat dilakukan pada 2028 setelah persiapannya lebih matang.
Anggaran 2027 Jadi Tantangan
Faktanya, APBN 2027 saat ini sudah memiliki alokasi masing-masing sehingga penambahan program besar untuk kuliah gratis akan membutuhkan penyesuaian.
"Karena pada saat yang sama kalau ini dipaksakan, tanda kutip ya, dijalankan tahun 2027, sementara pada saat yang sama APBN sudah selesai," ujarnya.
Terlebih, anggaran pendidikan juga masih dibebani sejumlah program pemerintah. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sehingga pemerintah harus menghitung kembali kemampuan negara jika ingin menambah program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.