Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Perdana, Kapolrestro Bekasi Kota Tinjau Praktik Jahit 'Poliran' di SMKN 1

Pelajar SMK di Bekasi mulai Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) menjahit. Kapolres tinjau pelatihan untuk tingkatkan keterampilan siswa Tata Busana.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Perdana, Kapolrestro Bekasi Kota Tinjau Praktik Jahit 'Poliran' di SMKN 1
Foto: Detik

Jakarta -

Sejumlah pelajar SMK di Kota Bekasi, Jawa Barat mulai melaksanakan Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) menjahit. Program yang menggandeng sejumlah industri ini menghadirkan dukungan sarana untuk pelatihan konveksi dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa jurusan Tata Busana.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau kegiatan perdana tersebut di SMKN 1 Kota Bekasi, pada Kamis (22/10). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Polres Metro Bekasi Kota terhadap pelaksanaan program 'Poliran'.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres melihat secara langsung aktivitas siswa yang mengoperasikan mesin jahit industri. Ia juga mengamati proses pengerjaan bahan kain serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai pemanfaatan fasilitas praktik.

Kehadiran Ketua Bhayangkari turut memperkuat dukungan terhadap pengembangan keterampilan generasi muda, khususnya dalam bidang tata busana yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi keahlian produktif.

Putu Kholis menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari tersedianya peralatan, tetapi juga dari kemampuan siswa memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Menurutnya, pengalaman menggunakan perangkat produksi menjadi bekal penting untuk mengenal ritme pekerjaan, meningkatkan ketelitian, dan membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia industri.

Polres Metro Bekasi Kota meninjau program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) SMKN 1 Bekasi.Polres Metro Bekasi Kota meninjau program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) SMKN 1 Bekasi. Foto: dok. Istimewa

"Yang ingin kita lihat bukan sekadar mesin-mesin ini tersedia, tetapi bagaimana anak-anak dapat menggunakannya dengan baik dan terus berkembang. Setiap proses belajar harus memberi mereka pengalaman baru, keberanian untuk mencoba, dan kemampuan menghasilkan sesuatu dari keterampilan yang dimiliki. Kami ingin fasilitas ini benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi masa depan mereka," ujar Putu Kholis, Jumat (23/10/2026).

Fasilitas praktik tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama Polres Metro Bekasi Kota dengan PT Sentosa Garmindo Pratama dalam penyelenggaraan 'Poliran'. Program ini dirancang dengan dukungan inventaris sebanyak 429 unit mesin dan peralatan konveksi, sedangkan pelatihan tahap awal diperuntukkan bagi 60 siswa jurusan Tata Busana dalam dua kelas. Melalui pemanfaatan sarana secara bertahap, kegiatan pembelajaran diharapkan semakin dekat dengan proses produksi yang diterapkan di dunia usaha.

Selain mendukung pendidikan keterampilan, 'Poliran' juga dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan kesempatan meningkatkan kemampuan kerja. Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota masih memproses pendataan dan pendaftaran calon peserta dari masyarakat umum untuk tahap berikutnya. Pengembangan tersebut mencerminkan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", dengan menghadirkan kepolisian sebagai penghubung antara kebutuhan warga, lembaga pendidikan, dan dunia industri.

"Kami berharap dari ruang praktik ini lahir anak-anak yang terampil, kreatif, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Tidak semua keberhasilan harus dimulai dari bekerja di perusahaan besar. Keterampilan yang ditekuni dengan sungguh-sungguh juga dapat menjadi jalan untuk membangun usaha sendiri, menciptakan peluang, bahkan suatu saat membuka pekerjaan bagi orang lain," pungkas Putu.

(mea/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.