Jakarta -
Dalam Rangka menyambut hari ulang tahun ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar aksi bersih laut dari sampah. Aksi memungut sampah dari laut tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jakarta Utara.
Selain itu, di lokasi yang sama dilaksanakan juga penandatanganan deklarasi program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH) sekaligus penyerahan secara simbolis satu unit pirolisis dari KKP kepada kelompok penggiat sampah binaan Dinas Lingkungan Hidup.
Wakil Menteri (Wamen) II KKP, Irwan Meilano menjelaskan esensi dari kegiatan tersebut sebagai usaha pemerintah dalam menangani isu kebersihan pelabuhan, yang dinilai menghambat kegiatan ekspor hasil laut Indonesia. Ia juga menyoroti jumlah besar sampah yang masuk ke laut, yaitu sekitar 16 juta ton.
"Esensi dari kegiatan ini adalah membangun budaya laut yang bersih. Kita paham bahwa 16 juta ton tiap tahunnya sampah itu masuk ke laut, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Irwan saat kegiatan Aksi Bersih Laut di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
"Ini adalah titik awal untuk komitmen terus-menerus memastikan bahwa laut kita tetap biru, laut kita bebas dari sampah," lanjutnya.
KKP Gelar Aksi Bersih Laut di PPS Nizam Zachman Foto: dok. Muhamad Rafi Firmansyah/detikcom |
Irwan juga menegaskan target yang diusung kementerian, yaitu penurunan jumlah sampah sebesar 40%. Untuk mencapai hal tersebut, Irwan bersama sejumlah orang dari KKP termasuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Miftahul Huda, melakukan aksi pembersihan perairan sekitar PPS Nizam Zachman dengan memungut sampah-sampah yang bertebaran di sana.
"Kita pun berharap bahwa gerakan ini kemudian mengurangi jumlah sampah yang masuk ke sungai, yang pada akhirnya mengurangi jumlah sampah yang masuk ke laut," lanjutnya.
KKP Gelar Aksi Bersih Laut di PPS Nizam Zachman Foto: dok. Muhamad Rafi Firmansyah/detikcom |
Irwan juga menjelaskan pengelolaan sampah akan diprioritaskan pada jenis sampah plastik. Penyerahan satu unit pirolisis menjadi langkah konkret pihak kementerian dalam mewujudkan upaya tersebut. Ia berharap semua pihak yang terlibat mampu bersinergi dalam menjalankan komitmen ini.
"Ini adalah program besar nasional, bagian dari program Pak Presiden, jadi kami kemudian menjadi bagian dari gerakan besar di tingkat nasional untuk kemudian mengolah sampah waste-to-energy, berusaha kemudian mengubah sampah tersebut menjadi energi." ucap Irwan.
Hal senada juga disampaikan Direktur Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP, Ahmad Aris. Ia mengungkapkan potensi hasil pirolisis berupa minyak, yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar untuk memasak selain tabung gas LPG.
Ahmad menjelaskan pengolahan sampah plastik lewat unit pirolisis berpotensi menghemat biaya-biaya untuk menyalurkan tabung gas, misalnya biaya transportasi dan juga subsidi.
"Tapi kalau sampah-sampah plastik itu bisa diolah menjadi minyak pirolisis dan digunakan untuk bahan bakar dapur itu sangat efektif sekali. Negara tidak perlu mensubsidi banyak.
Jadi itu salah satu yang akan KKP kembangkan," kata Ahmad.
Salah satu Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Niha Lisdiana mengungkapkan harapannya untuk program Laut SEBASAH tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi program berkelanjutan.
"Tentunya dengan program Laut SEBASAH ini, kami harap program ini dapat berkelanjutan, dan anak-anak muda lebih sadar mengenai kehidupan dan tentang laut yang ada di Indonesia. Jadi ini tidak berhenti di hari ini saja, tapi tetap berkelanjutan, dan generasi muda dapat merasakan manfaatnya ke depan," ungkap Niha.
(prf/ega)