Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Peringati Sumpah Pemuda, Rajiv Beri Bantuan Warga Terdampak Karhutla di Kalteng

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Rajiv salurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk warga terdampak karhutla di Kalteng saat peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Bandung, Sabtu (31/10/2026).

Kumparan 3 menit baca 0 komentar
Peringati Sumpah Pemuda, Rajiv Beri Bantuan Warga Terdampak Karhutla di Kalteng
Foto: Kumparan

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem.

Rajiv menyampaikan telah mengirimkan sumbangan untuk warga terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kepedulian lintas daerah ini menjadi cerminan semangat persatuan yang diwariskan Sumpah Pemuda, bahwa perjuangan untuk rakyat tak dibatasi sekat wilayah.

“Kami telah mengirimkan bantuan untuk warga terdampak karhutla di Kalimantan Tengah, daerah pemilihan rekan saya Anggota DPR RI Fraksi NasDem Andina Narang yang juga hadir di GOR Indoor Si Jalak Harupat. Kepedulian lintas daerah ini cerminan semangat Sumpah Pemuda. Perjuangan untuk rakyat tak mengenal sekat wilayah,” ujar Rajiv melalui keterangannya Senin (2/11/2026).

Anggota Komisi IV DPR RI berharap bantuan senilai Rp100 juta tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak langsung oleh kebakaran hutan dan lahan. Menurut dia, dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi menyentuh kesehatan, ekonomi hingga aktivitas sehari-hari warga.

“Bantuan ini memang tidak seberapa dibandingkan beban yang dipikul saudara-saudara kita di Kalimantan Tengah. Tapi kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada kepedulian dari Jawa Barat, ada kepedulian dari keluarga besar NasDem untuk mereka,” ujar Rajiv.

Rajiv mengaitkan aksi kepedulian tersebut dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Kata dia, para pemuda pada 1928 telah membuktikan bahwa perbedaan daerah, suku, dan bahasa tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi cita-cita bersama.

“Pemuda tahun 1928 datang dari berbagai daerah, tapi mereka bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan. Semangat itu harus kita hidupkan hari ini dalam bentuk yang nyata. Ketika saudara kita di Kalimantan Tengah sedang kesulitan, maka kita di Jawa Barat juga ikut merasakan,” jelas dia.

Ia menambahkan, momentum menjelang HUT ke-15 Partai NasDem menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus mengedepankan kerja-kerja kemanusiaan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Lima belas tahun NasDem harus dimaknai dengan kerja nyata. Partai ini lahir untuk melayani rakyat, dan pelayanan itu tidak mengenal batas daerah pemilihan. Di mana pun rakyat membutuhkan, di situ kader NasDem harus hadir,” imbuhnya.

Sementara itu, Rajiv mengatakan warga yang tinggal di sekitar titik api menghadapi ancaman serius, terutama akibat paparan kabut asap yang berkepanjangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi pihak paling berisiko mengalami gangguan pernapasan.

“Kabut asap itu bukan sekadar soal jarak pandang. Itu soal anak-anak yang terganggu sekolahnya, orang tua yang sesak napas, petani dan pekerja yang kehilangan penghasilan. Karena itu, bantuan ini kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang paling mendesak bagi warga,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Andina Narang selaku wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

“Saya percaya kepada Mbak Andina karena beliau yang paling memahami kondisi di lapangan dan kebutuhan warganya. Kolaborasi seperti inilah yang ingin kami tunjukkan, bahwa wakil rakyat dari daerah mana pun bisa saling bergandengan tangan untuk rakyat,” imbuhnya.

Di samping itu, Rajiv mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menangani karhutla secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai karhutla merupakan persoalan yang terus berulang sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya reaktif saat api sudah membesar, tetapi pencegahan sejak dini.

“Karhutla ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat harus bergotong royong. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.