Jakarta -
Sejumlah penyandang disabilitas tuli mendatangi Job Fair Jakarta Timur untuk mencari pekerjaan. Mereka menilai sedikit sekali perusahaan yang membuka lowongan untuk penyandang disabilitas.
"Saya datang ke Job Fair di Jakarta Timur ini, saya pikir banyak perusahaan yang bisa menerima disabilitas, tapi ternyata sangat sedikit sekali, saya merasa tidak adil ya," kata salah satu penyandang disabilitas tuli, Rira Riamita Cunardi (34), di area Job Fair Jakarta Timur GOR Pulo Gadung, Jaktim, Rabu (7/10/2026).
Wawancara dengan Rira ini dilakukan dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat. Rira mengatakan dirinya berasal dari Tangerang.
Rira merupakan satu dari tiga penyandang disabilitas tuli yang datang ke Jakarta Job Fair di GOR Pulo Gadung hari ini. Dia menilai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di job fair ini sangat terbatas.
"Cuma sedikit perusahaan yang menerima disabilitas, percuma teman-teman tuli sudah jauh-jauh datang ke sini dan melihat job fair, tapi ternyata hanya sedikit yang menerima disabilitas," ujarnya.
Rira berharap penyandang disabilitas diberi kesempatan untuk mengikuti proses seleksi pekerjaan. Dia mengatakan penyandang disabilitas juga punya kemampuan.
"Teman-teman tuli dan disabilitas lain juga ingin bekerja," ujarnya.
Rira (kemeja hijau) di job fair di Jakarta Timur (Shonya/detikcom) |
Dia menceritakan kendalanya saat mengikuti job fair. Menurutnya, beberapa perusahaan fokus pada batasan umur sehingga membuatnya kesulitan mencari kerja.
"Ada juga beberapa perusahaan yang fokusnya di batasan umur, padahal sebenarnya untuk ada teman-teman tuli yang memang ingin kerja, tapi ternyata umurnya tidak sesuai dengan spekulasi dari permintaan dari perusahaan, jadi kan teman-teman tuli bisa jadi memang selama ini karena kesulitan nyari kerja," katanya.
Rira juga menilai komunikasi menjadi hambatan saat penyandang disabilitas mencari pekerjaan. Padahal, katanya, hal tersebut bisa diatasi dengan komunikasi via aplikasi perpesanan atau bahasa isyarat sederhana.
"Mungkin komunikasi ya, padahal ada solusinya dengan menggunakan via chat di HP, bisa juga menggunakan tulisan, nggak masalah sebenarnya, jadi sebenarnya bisa juga menggunakan gesture atau bahasa isyarat yang sederhana saja," ujarnya.
Rira berharap lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas. Dia mengatakan penyandang disabilitas juga ingin bekerja.
(haf/haf)