JAKARTA, iNews.id - Pesawat tidak selalu bisa kembali mengudara begitu kerusakan ditemukan dan teknisi menyelesaikan pemeriksaan. Jika komponen yang dibutuhkan belum tersedia, proses perbaikan bisa tertunda. Akibatnya, pesawat harus tetap berada di darat hingga persyaratan teknis untuk kembali beroperasi terpenuhi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam industri penerbangan, terutama ketika kebutuhan perawatan meningkat sementara pengadaan komponen membutuhkan waktu. Persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya suku cadang, tetapi juga kesesuaian komponen dengan jenis pesawat, ketersediaan stok, serta proses distribusi dan pemeriksaan.
Dalam industri penerbangan, istilah Aircraft-on-Ground (AOG) digunakan untuk situasi ketika pesawat tidak dapat beroperasi akibat persoalan teknis yang memerlukan penanganan. Ketersediaan komponen menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi lamanya pesawat berada di darat.