Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Peluang Pasok ke SPPG

Upaya ini dilakukan untuk membuka akses pasar baru dan memberi kepastian pembeli bagi hasil panen petani.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Peluang Pasok ke SPPG
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menjajaki peluang pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar. Upaya ini dilakukan untuk membuka akses pasar baru dan memberi kepastian pembeli bagi hasil panen petani.

Penjajakan dilakukan melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS) pertemuan ke-7 sekaligus panen di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai pada Selasa (13/10).

Bersama 18 petani penggerak, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University memanen 107 kilogram sayuran yang terdiri atas pakcoy, selada, bayam, dan kangkung.

Petani penggerak dari Desa Sumber Jaya Permai, Ayik Sofyan, mengatakan akses pasar dan harga yang tidak menentu selama ini menjadi tantangan bagi petani. Melalui pendampingan TEP, petani belajar menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli.

"Selama ini, akses pasar dan ketidakpastian harga menjadi tantangan bagi petani. Melalui kegiatan ini, kami belajar tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga bagaimana menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli. Adanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami," kata Ayik.

Ketua TEP IPB University, Suprehatin, mengatakan petani perlu memahami kebutuhan pasar, mulai dari jenis dan kualitas sayuran hingga jumlah serta jadwal pengiriman.

Dalam hal ini, pendampingan yang diberikan mencakup budidaya, penyortiran, pemilahan berdasarkan kualitas, hingga pengemasan hasil panen.

"Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar," jelas Suprehatin.

Kepala SPPG Pulau Besar, Ashari Ramalan, menyambut positif peluang pasokan sayuran dari petani setempat. Ia meminta petani berkoordinasi setidaknya satu minggu sebelum pengiriman agar jenis dan jumlah sayuran sesuai dengan kebutuhan SPPG.

Selain itu, tim disebut akan menjajaki pedagang lokal sebagai alternatif pasar.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara agar pengembangan usaha di kawasan transmigrasi berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga.

"Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Iftitah saat mengunjungi Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (12/9/).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan pentingnya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

"Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan," kata AHY dalam acara pelepasan TEP 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Adapun Presiden Prabowo Subianto turut menekankan pentingnya pasokan pangan berkelanjutan.

"Tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan," kata Prabowo saat menghadiri panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Melalui program Trans-Organik, TEP IPB University berharap petani Batu Betumpang dapat memperluas pasar, meningkatkan mutu sayuran, dan mengembangkan usaha pertanian yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

(rea/rir)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.