JAKARTA, iNews.id - Pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) bukan lagi sekadar persoalan keuangan yang dialami seseorang. Ketika seseorang terjerat dua masalah tersebut, keluarga hingga orang-orang terdekat bisa ikut menanggung dampaknya. Persoalan inilah yang diangkat dalam original series Pay Later 2.
Lewat musim terbarunya, VISION+ mencoba membawa isu yang masih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia ke dalam sebuah cerita fiksi. Tidak hanya membahas utang dan masalah finansial, serial ini juga memperlihatkan bagaimana keputusan seseorang bisa mengubah kehidupan keluarganya.
Deputy CEO VISION+ sekaligus CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo, mengatakan Pay Later 2 memiliki fokus cerita berbeda dibandingkan musim pertama. Jika sebelumnya persoalan berawal dari kecanduan belanja online yang membuat karakter utama terjerat pinjaman online, kali ini masalah justru datang dari anggota keluarganya sendiri.