Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

PKB Kritik Gubernur Kalteng Bercanda 'Bercerai Kawin Lagi' soal Karhutla

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran viral karena candaan soal karhutla. Anggota DPR menilai pernyataannya kurang empati di tengah bencana yang melanda masyarakat.

Detik 2 menit baca 0 komentar
PKB Kritik Gubernur Kalteng Bercanda 'Bercerai Kawin Lagi' soal Karhutla
Foto: Detik

Jakarta -

Ucapan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran yang bercanda soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) viral di media sosial. Agustiar berseloroh saat menjawab pertanyaan perihal penanganan karhutla.

Dilihat detikcom, Selasa (13/10/2026), dalam unggahan viral tersebut, awalnya Agustiar Sabran menjawab pertanyaan wartawan soal karhutla. Agustiar menyebut karhutla itu sebagian besar disebabkan oleh manusia

"Sebenarnya sama aja, takdir juga, tapi banyak ulah manusianya. Hampir 97% tuh akibat manusianya," kata Agustiar.

Agustiar menyebut seharusnya melawan karhutla dengan kebersamaan. Dirinya pun berseloroh bahwa bersatu itu teguh kalau bercerai kawin lagi.

"Karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi" katanya.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB Daniel Johan menilai seharusnya pemimpin daerah memiliki empati. Legislator asal Kalimantan Barat (Kalbar) itu menyebut situasi masyarakat yang terdampak karhutla tengah menderita.

"Pemimpin itu mengayomi dan empati apalagi di tengah bencana yang membuat hidup masyarakat menderita, bencana Karhutla saat ini kita harus menunjukkan sikap empati, tidak asal statemen yang mengundang ketidaksukaan masyarakat di tengah penderitaan akibat kabut asap," kata Daniel kepada wartawan, Selasa (13/10).

Ketua DPP PKB itu juga menilai bercandaan yang dilontarkan Agustiar kurang tepat. Ia meminta pemimpin daerah harusnya menunjukkan empatinya.

"Meskipun niatnya bercanda tapi tidak pada tempatnya karena kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah," kata dia.

Ketua DPP PKB Daniel JohanKetua DPP PKB Daniel Johan Foto: dok. Istimewa

"Kita berharap para pemimpin mengedepankan sikap empati dan melakukan hal terbaik sesuai fungsinya untuk membantu mengatasi persoalan-persoalan bencana saat ini," tambahnya.

(ial/maa)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.