JawaPos.com - PERADI Profesional resmi membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) yang bertempat di Gedung IASTH, Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai PKPA dengan jumlah peserta terbanyak.
Wakil Ketua Umum DPN PERADI Profesional bidang Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Pendidikan Profesi Advokat (PPA), dan Kerja Sama, Dr. Shalih Mangara Sitompul, mengatakan kegiatan tersebut diikuti ratusan calon advokat dari berbagai wilayah Indonesia.
“PERADI Profesional akan mendidik calon advokat yang pada hari ini mengikuti pendidikan ini berkisar 575 orang calon advokat,” kata Shalih dalam sambutannya.
Shalih menyebut penyelenggaraan PKPA tersebut menjadi momentum penting karena jumlah pesertanya memecahkan rekor. Di mana, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 500 perserta.
“PERADI Profesional memandang bahwa PKPA, pendidikan khusus profesi advokat pada hari ini, ini bukan hanya tahapan administrasi menuju profesi advokat. Melainkan sebuah proses pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah mengungkap penyelenggaraan PKPA ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara UI dan PERADI Profesional. Menurutnya, giat ini juga menjadi tonggak kerja sama antara UI dan Peradi Profesional.
“Setelah dari pendidikan ini tentunya kita berharap bahwa para peserta yang mengikuti PKPA dengan UI dan Peradi Profesional ini bisa kemudian lancar sampai diangkat sumpah, dan kemudian menjadi sarjana yang mengisi berbagai profesi sarjana hukum, profesi pengacara, ataupun profesi yang terkait dengan itu," tutur Heri.
Dari situ semua, sambung dia, kemudian turut mewarnai Indonesia menjadi semakin lebih baik lagi dan bahkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang kemudian membuat Indonesia makin tumbuh dan berkembang menjadi satu kekuatan yang besar.
Sementara itu, Ketua Umum DPN PERADI Profesional Prof. Dr. Harris Arthur Hedar menyampaikan berdasarkan sebanyak 585 peserta hadir dari 600 peserta yang mendaftar.
Menurutnya, jumlah tersebut bukan hanya sekedar angka, melainkan bentuk kepercayaan sekaligus amanah untuk menghadirkan pendidikan profesi advokat yang berkualitas dan mampu menjawab perkembangan dunia hukum bagi Peradi Profesional.