Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

PM Inggris Kecam AS Akan Siarkan Live Eksekusi Mati Eks Tentara: Menjijikkan

PM Inggris Andy Burnham mengecam rencana AS untuk siarkan langsung eksekusi mati Nidal Hasan, pelaku penembakan Fort Hood, sebagai tindakan menjijikkan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
PM Inggris Kecam AS Akan Siarkan Live Eksekusi Mati Eks Tentara: Menjijikkan
Foto: Detik

Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham mengecam rencana Amerika Serikat (AS) akan siarkan langsung eksekusi mati seorang mantan tentara, Nidal Hasan, terpidana penembakan massal yang menewaskan 13 orang di pangkalan militer Fort Hood. Burnham menyebut rencana AS itu sebagai tindakan yang menjijikkan.

Dilansir AFP, Senin (12/10/1016), seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa eksekusi mati dengan regu tembak terhadap Nidal Hasan akan disiarkan secara langsung. Meskipun Presiden AS Donald Trump belakangan menyatakan belum ada keputusan mengenai apakah siaran itu akan dilakukan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan eksekusi terbuka di AS, Burnham mengatakan kepada siniar atau podcast The Rest is Politics yang dijadwalkan rilis, Senin (12/10): "Saya tidak akan pernah mendukung hal itu."


"Itu adalah sesuatu yang tidak ingin saya lihat terjadi di mana pun di dunia ini," ujarnya.

"Menurut saya, hal itu sangat menjijikkan dalam banyak hal," tambahnya.

Trump mengatakan bahwa belum ada keputusan mengenai apakah eksekusi terhadap pelaku penembakan di pangkalan militer itu akan disiarkan secara terbuka, meskipun ia menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan hukuman mati menggunakan regu tembak.


"Mereka sedang mengambil keputusan mengenai hal itu, tetapi dia akan dihukum mati," kata Trump terkait rencana menyiarkan secara langsung eksekusi Nidal Hasan dengan regu tembak yang dijadwalkan pada 3 Desember.

"Saya sebenarnya tidak peduli bagaimana caranya dia mati, asalkan dia mati," ujarnya.

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10), mengatakan bahwa eksekusi mati terhadap Hasan akan dilaksanakan di hadapan publik.

Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS, melakukan penembakan massal yang menewaskan 13 orang di Fort Hood pada tahun 2009. Eksekusi mati terhadap Hasan akan menjadi yang pertama dilakukan oleh militer AS sejak tahun 1961 silam, sekaligus yang pertama melibatkan regu tembak sejak Perang Dunia II.

(rfs/rfs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.