JAKARTA, iNews.id – Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung merespons pernyataan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari yang menyindirnya dengan kalimat “lupa boleh, munafik jangan” terkait polemik aturan pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.
Doli menilai sindiran tersebut justru menggambarkan diri Hasyim. Politisi Partai Golkar itu juga menyinggung pemberhentian Hasyim dari jabatan Ketua KPU serta penunjukannya sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN) sektor perkebunan.
“Jadi, Saudara Hasyim itu sebenarnya sedang membicarakan atau menjelaskan tentang dirinya sendiri, ya. Dia menggunakan kata lupa dan munafik, ya,” ujar Doli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).