Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Polisi Buru Bang Jago Pemukul Wanita hingga Acak-acak Dagangan di Pasar Bogor

Polsek Gunung Putri menyelidiki pemukulan wanita di Pasar Griya, Bogor. Insiden dipicu cekcok soal pembuangan sampah dan tunggakan sewa lapak.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Polisi Buru Bang Jago Pemukul Wanita hingga Acak-acak Dagangan di Pasar Bogor
Foto: Detik

Jakarta -

Polsek Gunung Putri masih melakukan penyelidikan terkait pria yang memukul wanita hingga mengacak-acak dagangan di Pasar Griya, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat ini, polisi tengah mencari keberadaan pelaku.

"Pelaku belum diamankan. Terkait pelaku kita sedang identifikasi dan mencari keberadaannya," kata Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Rudolf Luatto Pasaribu kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Rudolf mengatakan pihaknya juga masih mendalami keterangan saksi dan mengamankan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku pemukulan wanita yang viral di media sosial tersebut.

"Adapun langkah-langkah yang dilakukan yakni, periksa saksi-saksi, kumpulkan rekaman CCTV, meminta hasil visum korban," ucapnya.

Pemukulan Dipicu Masalah Buang Sampah

Sebelumnya, viral di media sosial seorang pria memukul wanita hingga mengacak-acak barang dagangan di Pasar Griya Gunungputri, Bogor. Pemukulan tersebut dipicu cekcok soal salah tempat membuang sampah dan tunggakan sewa lapak pedagang.

"Benar korbannya seorang perempuan, (pemukulan) dipicu karena adanya salah paham terkait pembuangan sampah dan tunggakan biaya sewa lapak jualan," kata Kapolsek Gunung Putri AKP Hillal Adi Imawan, Selasa (6/10/2026).

Peristiwa pemukulan terjadi di lapak dagangan Pasar Griya Gunungputri pada Senin (5/10). Korban pemukulan kini telah membuat laporan polisi di Polsek Gunung Putri.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Rudolf Luato Pasaribu menambahkan pemukulan dipicu perdebatan lantaran pihak korban membuang sampah ke tempat penampungan yang salah. Korban diduga membuang sampah di tempat khusus pedagang lain yang memiliki pengurus berbeda.

"Nah, mungkin dugaannya si ibu ini buang sampahnya ke tempat yang nggak seharusnya. Harusnya kan buangnya ke tempat sampah khusus lapak, tapi dia buangnya misalnya ke (tempat sampah) ruko," kata Rudolf saat dihubungi terpisah.

(sol/fas)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.