Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan bungkusan kain kafan mirip pocong bayi berserakan ditemukan di daerah Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah.
Polisi pun turun tangan mengusut peristiwa yang rekaman temuannya viral di media sosial tersebut. Sebelumnya, video temuan pocong mini itu salah satunya diunggah akun instagram @kotamagelang.
Dalam video tersebut memperlihatkan, kain kafan yang berserakan di tanah uruk depan Masjid Jamia'tur Rochmah.
"Puluhan bungkusan menyerupai pocong bayi ditemukan di Kota Magelang. Saat kain kafan dibuka, terlihat benda menyerupai tulang-belulang yang telah berserakan di dalam kafan diantara tetimbunan sampah material," demikian narasi rekaman yang viral.
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan pihaknya menindaklanjuti laporan temuan tulang dan kain bungkus itu. Selain itu, tulang-tulang itu akan dikuburkan agar warga tidak resah.
"Jadi tidak ada satupun indikasi tulang manusia. Adapun sumbernya dari tanah urukan yang dibuang di Canguk. Tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Dikri dikutip dari detikJateng, Selasa (20/10).
Dalam kesempatan yang sama, dr. Arso Pranindyo Utomo dari RSUD Tidar mengatakan sudah melakukan autopsi atau pemeriksaan terhadap tulang-tulang dan kulit yang ditemukan.
Dari pemeriksaan sementara, pihaknya menyimpulkan tulang yang terbungkus kain itu bukan kerangka manusia.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, saya tadi mendapatkan mulai dari tulang rahang bawang ukuran kecil dan gigi tajamnya. Ini sangat amat tidak mungkin adalah rahang milik manusia," kata Arso.
"Saya juga menemukan empat tulang kering, empat tulang paha. Pada manusia normal itu hanya dua tulang kering tangan, kiri dan paha kanan kiri. Kalau ada empat itu jelas bukan tulang milik manusia. Akan tetapi, tulang milik binatang kaki empat, apakah kucing atau anjing saya tidak bisa memastikan. Tetapi, berani mengatakan itu bukan tulang manusia," tegasnya.
Arso menambahkan, juga menemukan kulit dengan bulu tebal. Hal itu lebih menguatkan soal dugaan tulang tersebut merupakan kerangka hewan.
"Ini jelas bukan bulu manusia. Ini adalah bulu binatang yang berkaki empat entah kucing atau anjing atau yang lainnya," kata dia.
"Jadi berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan, saya berani mengatakan ini tulang-tulang manusia. Akan tetapi adalah tulang-tulang hewan yang berkaki empat. Untuk hewannya apa, saya mohon maaf tidak bisa untuk memastikan," kata dia.
Sebelumnya, Ketua RW 21, Kelurahan Rejowinangun Utara, Lukisno mengatakan menerima laporan dari warga pada Sabtu (19/10) sekitar 22.00 WIB.
Lokasi penemuan tersebut berada di halaman masjid tempat pembuangan tanah uruk.
"Di halaman masjid itu menerima buangan brongkalan sisa-sisa bangunan (tanah uruk). Karena di situ tanahnya legok atau miring, lha menerima buangan. Ada beberapa mobil yang membuang di situ, terus setelah ada pembuangan itu ada warga kami yang mencari rongsok," kata Lukisno di rumahnya, Selasa ini, dikutip dari detikJateng.
Lukisno mengatakan, salah satu warga menemukan bungkusan yang menyerupai pocong, dibungkus kafan terus diikat mori.
"Kita orang awam tidak berani membuka, takut. Waktu dilapori saya posisi di Alon-alon, sekitar jam 23.00 WIB, saya pulang ke TKP. Saya lihat-lihat betul ada bungkusan yang menyerupai pocong dibungkus kafan yang jumlahnya banyak sekali. Tadi (hari ini) yang dikumpulkan lebih dari 20," sambungnya.
Sebab tidak berani membukanya, maka warga melaporkan kejadian itu kepada petugas.
Kemudian, dari Polres Magelang Kota maupun Polsek Magelang Tengah tiba di lokasi kejadian. Aparat pun memasang garis polisi di sana.
"Kan kafan dicurigai manusia atau bayi. Bungkusan kecil-kecil seukuran bayi. Setelah polisi datang melakukan pemeriksaan (TKP) terus pasang police line. Waktu itu, polisi belum bisa memberikan penjelasan kalau itu bangkai apa dan polisi membawa sampel dua bungkus kafan," tambahnya.
Selanjutnya, kata dia, pada Selasa ini dokter forensik disertai jajaran forkopimda mendatangi ke lokasi, dan melakukan pemeriksaan.
"Tadi dari dokter forensik dokumentasi tentang bungkusan-bungkusan itu. Dijelaskan dari tulang kepala, tulang kaki, terus tulang-tulang lainnya dipastikan itu bukan tulang manusia. Itu dipastikan bahwa sejenis tulang hewan sejenis kucing atau anjing," ujar Lukisno.
"Laporan pertama, saya syok juga. Karena bayangan kami nggak membayangkan kalau itu kucing atau anjing. Bayangan kami ya manusia hasil aborsi ilegal. Dua hari (Minggu dan Senin) tidak tenang serta tidak ke mana-mana. Karena Pak Polisi sudah pesan,'Pak RW jangan ke mana-mana, nanti kita butuh penjelasan'. Bayangan kami itu namanya bungkusan kain kafan layaknya orang mati, bayangan kami ya bayi," tuturnya.
Setelah memperoleh penjelasan dari dokter tadi di lokasi kejadian, kata Lukisno, pihaknya menjadi tenang. Dia mendapat kepastian pocong itu bukan berisi jasad bayi.
"Setelah dari dokter memberikan penjelasan bahwa itu bukan manusia jadi lega. Rasanya plong, lega. Terus, saya senang bisa memberikan penjelasan kepada warga yang kemarin resah dan ada jawabannya," bebernya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)