JawaPos.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10) malam, menjadi perhatian publik.
Sebab, pertemuan itu digelar di tengah pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal gugatan syarat pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat masih menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.
Pengamat politik Arifki Chaniago melihat pertemuan Prabowo dan Jokowi memiliki makna politik yang lebih luas.Â
Momentum pertemuan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan isu ijazah yang saat itu tengah menjadi perhatian publik.
Menurutnya, sejumlah kemungkinan dapat muncul dari pertemuan dua tokoh yang pernah berada dalam satu kontestasi politik tersebut.
"Kalau kita membaca pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi menjelang putusan MK, kalau kita baca secara utuh ini tentu Pak Prabowo dan juga Pak Jokowi yang tahu. Tapi kalau kita baca ini tentu lebih kepada momentum apakah ada yang didealkan atau disepakati di belakang layar," kata Arifki Chaniago saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (8/10).
Arifki menilai, isu ijazah bisa saja menjadi salah satu hal yang muncul dalam pembicaraan tersebut.
Namun, ia menduga terdapat pembahasan lain yang berkaitan dengan arah politik Prabowo dan Jokowi ke depan.
"Soal ijazah mungkin menjadi isu yang hanya tidak terlalu tebal dibicarakan di momen itu, tapi lebih bagaimana momentum kalkulasi atau duet ke depan yang akan dipilih oleh Pak Prabowo maupun Pak Jokowi," ucapnya.
Menurut Arifki, pertemuan tersebut berpotensi menjadi awal dari pembicaraan politik yang lebih panjang.