Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Prabowo: Karhutla Tidak Semata-mata Alamiah, Ada Campur Tangan Manusia

Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam. #newsupdate #update #news #text

Kumparan 2 menit baca 0 komentar
Prabowo: Karhutla Tidak Semata-mata Alamiah, Ada Campur Tangan Manusia
Foto: Kumparan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam. Hasil penyelidikan di lapangan, kata dia, menunjukkan adanya campur tangan manusia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

"Saudara-saudara ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti," kata Prabowo.

Prabowo kemudian meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI hingga intelijen mengusut penyebab kebakaran tersebut.

"Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI dibantu intelijen untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung adanya oknum yang diduga sengaja melakukan pembakaran. Prabowo bahkan menyebut tindakan yang membahayakan masyarakat tersebut sebagai terorisme lingkungan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak bisa dianggap ringan karena asap yang ditimbulkan dapat membahayakan kesehatan jutaan masyarakat.

"Kita tidak boleh anggap remeh. Kita akan masif menangani itu, dan kita juga akan usut tuntas," tegas Prabowo.

Prabowo memastikan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar.

"Dan kali ini maaf kita tidak akan bertindak biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," katanya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.