Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Prabowo Sentil Pemberontakan Dibiayai Asing, Dari RMS hingga PRRI

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menuding pihak asing di balik sejumlah pemberontakan yang terjadi di Indonesia pada masa lalu.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Prabowo Sentil Pemberontakan Dibiayai Asing, Dari RMS hingga PRRI
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah pemberontakan yang terjadi di masa lalu kerap diintervensi oleh pihak asing. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Rabu (21/10) sore.

"Bangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu ganggu kita, selalu menghasut perpecahan, selalu membiayai pemberontakan, kerusuhan, adu domba," kata Prabowo di hadapan anggota Kabinet Merah Putih.

Prabowo lantas menyebut beberapa gerakan atau pemberontakan yang menimbulkan kerusuhan atau politik pecah belah (devide et impera), seperti Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)/Perjuangan Semesta (Permesta), hingga Pemberontakan 1948.

Meskipun demikian, Prabowo menyatakan karakter bangsa Indonesia tetap kuat dan memiliki ketahanan nasional. Pada tahun 1997 hingga 1998, kata dia, banyak pihak yang meramalkan Indonesia akan pecah dalam waktu yang tidak lama. Akan tetapi, ramalan tersebut nyatanya keliru.

"Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan," tambahnya.

Dengan kondisi campur tangan asing yang menurut Prabowo begitu kuat, ia pada akhirnya menjalankan politik persatuan.

"Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat indonesia hidup sejahtera, rakyat," serunya.

Perihal tudingan pihak asing di balik kerusuhan atau pemberontakan bukan kali ini saja disampaikan oleh Prabowo.

Prabowo, begitu juga orang-orang yang mendukungnya, kerap menuding asing melakukan intervensi hingga mendanai setiap peristiwa demonstrasi dalam periode dua tahun kepemimpinan ini.

(ryn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.