Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Prabowo: SMA Taruna Nusantara Dipandang Elitis, Sebetulnya Cari Bibit Unggul

Prabowo Subianto menjelaskan SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga pencarian bibit unggul untuk Indonesia, mirip dengan kaderisasi atlet untuk Olimpiade.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Prabowo: SMA Taruna Nusantara Dipandang Elitis, Sebetulnya Cari Bibit Unggul
Foto: Detik

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bicara soal anggapan SMA Taruna Nusantara (TN) terkesan elitis. Prabowo menyebut tujuan sekolah tersebut dibentuk untuk mencari dan mendidik bibit unggul yang kelak bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia.

"Saudara-saudara, sekolah semacam SMA Taruna Nusantara memang bisa dipandang elitis. Tapi sebetulnya maksudnya adalah untuk mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul," kata Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Prabowo mengibaratkan SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga kaderisasi atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Olimpiade. Menurutnya, Indonesia juga membutuhkan sistem pembinaan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di berbagai bidang.

"Ibarat kita akan menghadapi Olimpiade. Kita harus punya lembaga kaderisasi atlet. Kita harus didik, harus memberi dia latihan yang baik, sarananya baik, perlengkapannya baik," ujarnya.

"Saudara-saudara, ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa, kita perlu insinyur yang hebat, kita perlu ilmuwan yang hebat, kita perlu dokter-dokter yang hebat, kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat, kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat," lanjutnya.

Menurutnya, talenta tersebut tidak bisa hanya ditunggu kemunculannya, perlu dicari dan diberi kesempatan untuk berkembang. Prabowo berharap para siswa yang dididik di SMA Taruna Nusantara nantinya dapat menghasilkan karya, penemuan, hingga memberikan manfaat bagi negara.

"Dari mana? Kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit-bibit itu akan jatuh dari pohon. Tidak, kita harus mencari, kita harus memberi kesempatan. Dan nanti maksudnya adalah bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini, akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara. Ini maksudnya," ujarnya.

Prabowo menyebut sekolah yang pertama kali dibentuk di Magelang pada 1990 itu telah melahirkan sejumlah pejabat tinggi negara. Prabowo lantas menyebut para alumni SMA Taruna Nusantara yang kini menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahannya seperti menteri hingga kepala lembaga.

"Sekarang, dari SMA TN yang pertama yang dibentuk di Magelang sekian puluh tahun yang lalu... berapa tahun yang lalu? Angkatan pertama? Tahun sembilan puluh? Tahun sembilan puluh. Berarti 36 tahun yang lalu. Dibentuk waktu itu oleh Panglima ABRI waktu itu, Pak Benny Moerdani. Dan sekarang hasilnya sudah ada menteri koordinator sudah ada berapa? Ada dua, menko," ujarnya.

"Sudah ada jenderal, sudah ada Mensesneg, sudah ada Seskab, sudah ada Kepala BMKG, Kepala BNPB juga lulusan TN. Kepala Badan Gizi Nasional TN. Mungkin di kabinet banyak sekali TN sudah mulai muncul," lanjut Prabowo.

Menurut Prabowo, para pembantunya di kabinet yang lulusan SMA Taruna Nusantara diberi nilai baik meski berhak dapat nilai tertingi atau baik sekali. Namun, dia sengaja tidak memberikan penilaian tertinggi agar para alumni tetap terpacu meningkatkan kemampuan mereka.

"Dan saya harus katakan, saya harus akui, yang dari TN kinerja dan prestasinya baik. Kalau saya bilang baik sekali nanti mereka kurang motivasi, jadi baik supaya mereka mengejar baik sekali, ya kan? Kalau baik sekali itu A, ya kan? A itu nilainya berapa? 90. 93 gitu ya. 94. Kalau 100 itu milik Tuhan," ujarnya.

(eva/rfs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.