Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pramono Bahas Konsep Baru Kawasan: Blok M Agak Jepang, Kota Tua Dekati Eropa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas konsep baru penataan kawasan di sejumlah wilayah Jakarta.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Pramono Bahas Konsep Baru Kawasan: Blok M Agak Jepang, Kota Tua Dekati Eropa
Foto: Detik

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas konsep baru penataan kawasan di sejumlah wilayah Jakarta. Dia mengatakan Blok M akan dibuat bernuansa Jepang, sedangkan kawasan Kota Tua akan ditata dengan nuansa Eropa.

Pramono mengatakan penataan kawasan tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan wilayah yang terintegrasi dengan transportasi umum, khususnya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Hal itu disampaikan Pramono dalam sambutannya pada acara penandatanganan kerja sama BUMD, BUMN, dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Kemarin kami sudah menandatangani TOD dengan developer yang cukup kredibel untuk mengembangkan transit oriented development Blok M dan sekaligus membangun terminal Blok M yang baru," kata Pramono.

Pramono berharap pengembangan Blok M dapat dilanjutkan dengan penataan kawasan lain, seperti Pasar Baru, kawasan Pecinan di Glodok, hingga Kota Tua. Dia berharap aktivitas di Pasar Baru sebagai pusat kuliner 24 jam bisa seperti kawasan Myeong-dong di Korea Selatan sementara Blok M akan dibuat bernuansa Jepang.

"Jadi, Pasar Baru tipikalnya Korea, kalau Blok M adalah agak Jepang Jepang dikit juga nggak apa-apa," tuturnya.

Sementara itu, kawasan Glodok akan dikembangkan dengan identitas Pecinan. Pramono menyebutkan Kota Tua akan memiliki suasana gaya Eropa.

"Kota Tua akan kita buat untuk middle up. Artinya, mudah-mudahan turis yang datang dari Eropa. Sehingga dengan demikian, suasananya pun akan suasana yang lebih mendekati agak Eropa Eropaan," jelasnya.

Menurut Pramono, konsep tematik tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. Penataan kawasan juga dikaitkan dengan pengembangan transportasi umum.

"Dan itulah yang saya yakin pasti akan membuat Jakarta juga berbeda," ujarnya.

(bel/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.