Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung usulan penambahan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan kejahatan di Ibu Kota. Penambahan CCTV diharapkan dapat membantu mengantisipasi aksi tawuran hingga peredaran narkoba.
Pramono mengatakan Pemprov DKI akan memberikan dukungan terhadap usulan DPRD DKI Jakarta terkait penambahan fasilitas CCTV, khususnya di wilayah yang rawan terjadi tindak kriminal.
"Apa yang menjadi usulan dari anggota DPRD untuk menambah fasilitas CCTV di tempat yang rawan, terutama narkoba dan sebagainya maka Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya," kata Pramono di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Pramono menyebut upaya pemberantasan narkoba juga menjadi perhatian pemerintah pusat dan aparat kepolisian. Pramono menyinggung upaya Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menyatakan perang terhadap narkoba.
"Ketahui bahwa Kapolri Bapak Suyudi sekarang ini betul-betul menyatakan perang terhadap narkoba, maka Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, meminta Diskominfotik memprioritaskan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan kejahatan di Ibu Kota. Penambahan CCTV dinilai penting untuk mencegah tawuran hingga peredaran narkoba.
Inggard mendorong Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan kembali anggaran hasil efisiensi pengadaan CCTV untuk memperluas jangkauan pengawasan. Menurutnya, masih banyak wilayah yang membutuhkan fasilitas pemantauan guna meningkatkan keamanan masyarakat.
"Ini harus kembali dioptimalkan," kata Inggard di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/11).
Efisiensi pengadaan CCTV dinilai dapat dilakukan dengan menyesuaikan spesifikasi dan fitur kamera berdasarkan kebutuhan di lapangan. Fitur analitik maupun surveilans, kata dia, tidak harus dipasang pada seluruh perangkat apabila memang tidak diperlukan.
(bel/rfs)