Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pramono: Inflasi Jakarta 2,71%, Ter-manage dengan Baik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut inflasi Jakarta terkendali di kisaran 2,5-2,71%.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Pramono: Inflasi Jakarta 2,71%, Ter-manage dengan Baik
Foto: Detik

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut inflasi Jakarta terkendali di kisaran 2,5-2,71%. Dia mengatakan Pemprov DKI fokus menjaga harga kebutuhan masyarakat tetap terjangkau.

Hal itu disampaikan Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD DKI Jakarta triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Hal yang berkaitan dengan inflasi, alhamdulillah inflasi di Jakarta ter-manage dengan baik. Kita di angka kisaran antara 2,5% sampai dengan 2,71%. Di bawah inflasi nasional yaitu 3,28%," kata Pramono.

Pramono menjelaskan ada sejumlah langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Salah satunya memantau keterjangkauan harga kebutuhan pokok agar tetap bisa dijangkau masyarakat.

"Yang pertama adalah bagaimana kita memonitor tentang keterjangkauan harga. Sehingga dengan demikian masalah harga ini menjadi nomor satu," ujarnya.

Selain memantau harga, Pemprov DKI juga berupaya menjaga ketersediaan stok pangan. Pramono mengatakan Dharma Jaya kini mendapat izin untuk menyediakan stok sapi. Pemprov DKI juga menyiapkan pengembangan fasilitas di Ciangir untuk mendukung upaya tersebut.

"Kita juga memberikan kemudahan dalam hal penyediaan stok, termasuk Dharma Jaya yang dulu nggak pernah dipikirkan untuk mempunyai stok sapi sekarang diizinkan, bahkan di Ciangir sekarang ini kita siapkan untuk mengembangkan itu," jelasnya.

Pramono mengatakan kelancaran distribusi juga menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi. Dia mencontohkan ketersediaan daging saat Idul Fitri dan Idul Adha yang dinilai membantu menjaga stabilitas harga di Jakarta.

"Yang kedua adalah kelancaran distribusi. Hal itu terbukti sebagai contoh untuk urusan daging. Baik Idul Fitri maupun Idul Adha kemarin karena daging di Jakarta tersedia dengan baik, maka faktor kenaikan inflasi di Jakarta hampir tidak ada yang berkaitan dengan daging," tuturnya.

Meski demikian, Pramono mengakui masih ada komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian, terutama cabai keriting. Beras juga masih mempengaruhi inflasi, meskipun kontribusinya disebut relatif kecil.

"Yang saya kaget yang berkaitan dengan cabai masih ada, cabai keriting. Ya beras masih ada tapi sedikit," ucapnya.

(bel/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.