Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut persentase penduduk miskin di Jakarta turun di bawah 4 persen. Berdasarkan data per Maret 2026, angka kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.
Hal itu disampaikan Pramono saat memaparkan realisasi APBD DKI Jakarta triwulan III-2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026). Diketahui, sebelumnya angka kemiskinan di Jakarta 4,03 persen.
Kini angka kemiskinan tersebut turun 0,07 persen, menjadi 3,96 persen.
"Alhamdulillah di bulan Maret kemarin, baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen," kata Pramono.
Pramono mengatakan sejumlah indikator terkait kemiskinan dan kesempatan kerja di Jakarta juga mengalami perbaikan. Salah satunya tingkat pengangguran terbuka.
Sebelumnya, angka pengangguran mencapai 6,03 persen. Angka tersebut turut 0,24 persen menjadi 5,79 persen.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja di Jakarta mencapai 66,05 persen. Angka tersebut naik 0,57 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Menurut Pramono, perbaikan indikator tersebut perlu didukung dengan optimisme serta upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, menjalankan program Mobile Training Unit untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sekitar 214 perusahaan. Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai bidang, mulai tata rias, tata rambut, menjahit, hingga pembelajaran bahasa asing.
Pramono menyebut pelatihan bahasa menjadi salah satu program yang diminati masyarakat. Sebab, kemampuan bahasa menjadi salah satu persyaratan bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.
"Kita juga untuk menyiapkan tenaga kerja yang ada dari Jakarta, pemerintah DKI Jakarta mengadakan yang disebut dengan Mobile Training Unit," ujarnya.
Dia mencontohkan Pemprov DKI sebelumnya telah mengirim sejumlah tenaga kerja dari Jakarta untuk bekerja di luar negeri, termasuk ke Jerman dan Jepang. Sebelum diberangkatkan, para calon pekerja tersebut mendapatkan pembekalan bahasa.
Pramono berharap upaya peningkatan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja dapat terus mendorong perbaikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Jakarta.
(bel/isa)