Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat di 44 kecamatan di Jakarta mulai besok. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyerap dan memetakan berbagai persoalan yang terjadi di tingkat wilayah.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Pramono mengatakan kegiatan tersebut akan dimulai di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (3/11).
Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat di 44 kecamatan di Jakarta mulai besok. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyerap dan memetakan berbagai persoalan yang terjadi di tingkat wilayah.
Pramono mengatakan kegiatan tersebut akan dimulai di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (3/11). Dia menargetkan seluruh kecamatan di Jakarta dapat dikunjungi dalam waktu sekitar tiga bulan.
"Besok kita akan mulai di Kembangan. Memang saya merencanakan mudah-mudahan 44 kecamatan itu akan selesai kurang lebih dalam waktu 3 bulan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pramono menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki mekanisme berbeda dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun kegiatan reses anggota DPRD. Rapat di tingkat kecamatan itu secara khusus ditujukan untuk mengetahui persoalan pemerintahan yang belum tersampaikan hingga ke tingkat gubernur.
"Dan ini pasti berbeda dengan Musrenbang, dan juga berbeda dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman di DPRD, karena ini persoalan-persoalan yang menyangkut pemerintahan sendiri," ujarnya.
Menurut Pramono, sejumlah persoalan di tingkat kecamatan selama ini belum terpotret dan belum mendapat perhatian hingga level pemerintah provinsi. Dia ingin turun langsung untuk mengetahui kendala yang dihadapi masing-masing wilayah.
"Problem-problem di kecamatan itu yang selama ini tidak pernah terpotret naik ke permukaan sampai dengan level gubernur. Sehingga dengan demikian, saya pengin mengetahui itu dan sekaligus memecahkan di tempat kecamatan yang bersangkutan," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pramono berharap berbagai persoalan yang selama ini tertahan di tingkat kecamatan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya. Dengan begitu, penyelesaian masalah bisa dilakukan langsung di wilayah yang bersangkutan.
"Sehingga dengan demikian mudah-mudahan persoalan-persoalan yang selama ini berhenti pada level kecamatan itu akan bisa diketahui, dipecahkan, dicari solusinya, dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi masyarakat pada level kecamatan," imbuhnya.
(bel/ygs)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.